Fosil 'Hewan Tertua' di Bumi Ternyata Koloni Mikroba
Dunia paleontologi baru-baru ini dihadapkan pada koreksi ilmiah yang signifikan.
Fosil yang selama hampir satu dekade dianggap sebagai bukti hewan tertua di Bumi, kini teridentifikasi sebagai entitas yang jauh lebih sederhana.
>>> Misi Pokemon Gandeng Happy Asmara Rilis Dangdut Bareng Pikachu
Melalui bantuan teknologi pencitraan mutakhir, para ilmuwan menemukan bahwa fosil tersebut bukanlah nenek moyang hewan multiseluler, melainkan kumpulan mikroorganisme purba.
Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Gondwana Research.
Dari Hewan Menjadi Mikroba
Fosil yang ditemukan di Corumbá, Brasil, pada tahun 2017 ini awalnya memicu antusiasme besar.
Berusia lebih dari 500 juta tahun, fosil ini sempat diklaim sebagai jejak hewan mirip cacing dari era pra-Ledakan Kambrium.
Namun, studi terbaru memberikan perspektif yang berbeda secara fundamental. Identitas fosil berubah dari hewan multiseluler (cacing laut) menjadi koloni bakteri dan alga.
Struktur yang sebelumnya dianggap sebagai jaringan tubuh hewan ternyata adalah dinding sel mikroba.
Peran Teknologi Pencitraan Modern
Perubahan status fosil ini dimungkinkan berkat penggunaan teknologi pemindaian skala nano dan akselerator partikel.
>>> Prabowo Dorong Kemandirian Teknologi: Target Produksi Komputer dan Ponsel Sendiri
Teknologi ini memungkinkan peneliti untuk melihat menembus lapisan mineral fosil hingga ke tingkat molekuler tanpa merusak spesimen.
Hasil pencitraan menunjukkan bahwa struktur yang sebelumnya dikira sebagai anatomi hewan, sebenarnya memiliki karakteristik dinding sel yang identik dengan koloni mikroba.
Hal ini membuktikan bahwa visual luar sering kali menipu dalam studi fosil yang telah mengalami mineralisasi selama ratusan juta tahun.
Pro dan Kontra Temuan
Meskipun temuan ini membatalkan klaim "hewan tertua", para peneliti menegaskan bahwa data ini tetap memiliki nilai informasi yang tinggi bagi ilmu pengetahuan.
Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih akurat mengenai ekosistem Bumi sebelum Ledakan Kambrium dan mencegah kesalahan data dalam pohon filogenetik hewan.
Di sisi lain, koreksi ini menunda jawaban pasti mengenai kapan tepatnya hewan pertama kali muncul di Bumi, yang hingga kini masih menjadi misteri besar dalam biologi evolusioner.
Luke A.
>>> Naskah Bond 26 Mulai Dikerjakan, Tandai Era Reboot Total James Bond
Parry, penulis utama studi 2017, mengakui bahwa perbedaan tafsir adalah bagian dari kemajuan sains yang didorong oleh teknologi.
Update Terbaru
Suhu Laut Global Pecahkan Rekor Juni di Tengah Awal El Nino
Jumat / 03-07-2026, 18:07 WIB
Dodgers Bangkit dari Defisit Enam Run, Kalahkan Padres 12-7
Jumat / 03-07-2026, 18:07 WIB
Suporter Ghana Bawa Tradisi Jama ke Piala Dunia Kansas City
Jumat / 03-07-2026, 18:06 WIB
Gelombang Panas AS Mustahil Terjadi Tanpa Krisis Iklim
Jumat / 03-07-2026, 18:06 WIB
Ronald Koeman Mundur sebagai Pelatih Belanda Usai Tersingkir di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 18:06 WIB
Silverstone Targetkan Rekor 565.000 Penonton di GP Inggris 2026
Jumat / 03-07-2026, 18:01 WIB
SIG Dukung Sekolah Rakyat dengan Material Ramah Lingkungan di 4 Provinsi
Jumat / 03-07-2026, 18:01 WIB
SIG Pasok Material Ramah Lingkungan untuk Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi
Jumat / 03-07-2026, 18:00 WIB
Ahli Hukum Ungkap Tips Lolos Update KBLI 2025 Lewat RUPS Tahunan dan Beneficial Ownership
Jumat / 03-07-2026, 18:00 WIB
Ahli Hukum Ungkap Tips Lolos Update KBLI 2025 Lewat RUPS Tahunan dan Beneficial Ownership
Jumat / 03-07-2026, 18:00 WIB
Kode One Fruit Simulator Terbaru Juli 2026, Klaim Hadiah Beris dan XP
Jumat / 03-07-2026, 18:00 WIB
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Gaza
Jumat / 03-07-2026, 18:00 WIB
Meksiko vs Inggris: Three Lions Kembali ke Stadion 'Gol Tangan Tuhan'
Jumat / 03-07-2026, 18:00 WIB
Samsung Galaxy S27 Dikabarkan Tiru Fitur Kamera Depan iPhone
Jumat / 03-07-2026, 17:56 WIB






