Kiper asal Palestina, Saleem Al-Ashqar, dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan tentara Israel di Jalur Gaza. Kabar duka tersebut disampaikan Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), yang menyebut peristiwa itu terjadi pada awal pekan ini di kawasan Al-Qarara, timur laut Khan Younis.

Dalam pernyataan resminya, PFA menyebut Al-Ashqar menjadi korban tembakan pasukan Israel. Kepergiannya kembali menambah daftar insan olahraga Palestina yang kehilangan nyawa sejak konflik di Gaza meletus pada Oktober 2023.

>>> Samsung Galaxy S27 Dikabarkan Tiru Fitur Kamera Depan iPhone

PFA Sebut Lebih dari 1.000 Atlet Palestina Meninggal

PFA menyatakan jumlah korban dari kalangan atlet Palestina kini telah melampaui seribu orang. Dari angka tersebut, ratusan di antaranya berasal dari komunitas sepak bola.

"Penjaga gawang tim Khan Younis Services, Salim Khader Al-Ashqar (32 tahun), bergabung dengan barisan para martir gerakan olahraga Palestina, setelah ia gugur hari ini, Senin, akibat tembakan tentara pendudukan di kota Al-Qarara, timur laut kota Khan Younis," demikian isi pernyataan PFA.

Asosiasi itu mencatat, Al-Ashqar sepanjang kariernya juga pernah memperkuat klub Al-Aqsa dan Al-Masdar di Jalur Gaza.

Baru Menikah Lima Bulan, Istri Sedang Hamil Anak Pertama

Kepergian Al-Ashqar meninggalkan kisah duka bagi keluarganya. Menurut informasi yang disampaikan PFA, ia baru menikah sekitar lima bulan lalu dan istrinya kini tengah mengandung anak pertama mereka.

"Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa sang syahid, Al-Ashqar, telah menikahi istrinya lima bulan sebelumnya dan mereka sedang menantikan anak pertama mereka. Ia juga merupakan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya, di antara tujuh saudara perempuan," tulis PFA.

PFA menambahkan, dengan wafatnya Al-Ashqar, jumlah korban dari gerakan olahraga Palestina sejak perang dimulai mencapai 1.009 orang. Dari total tersebut, sebanyak 567 korban berasal dari keluarga besar sepak bola Palestina.

Kepergian Saleem Al-Ashqar memicu duka mendalam di lingkungan keluarga, rekan setim, komunitas sepak bola Palestina, serta sejumlah pihak yang mengikuti perkembangan konflik di Gaza.