Para ilmuwan dikejutkan oleh penemuan fosil kalajengking raksasa yang hidup sekitar 400 juta tahun lalu.

Spesies bernama Praearcturus gigas ini diperkirakan memiliki panjang lebih dari satu meter, jauh melampaui perkiraan sebelumnya.

>>> Investor Ventura Kecewa karena Energi Surya Hasilkan Listrik Bersih Berlimpah

Yang membuat temuan ini mencengangkan adalah periode hidupnya. Kalajengking ini ada pada awal Devon, ketika daratan baru saja dihuni oleh makhluk hidup.

Hanya 15 juta tahun sebelumnya, hewan mulai bermigrasi dari laut ke darat.

Lanskap Devon awal didominasi oleh jamur, lumut, dan tumbuhan purba setinggi beberapa inci. Hewan darat saat itu hanyalah makhluk kecil seperti tungau, lipan, dan serangga tak bersayap.

Serangga raksasa terkenal seperti Arthropleura (kaki seribu sepanjang 2 meter) dan Meganeura (capung sebesar elang) baru muncul 55 juta tahun kemudian, pada periode Karbon.

Saat itu, hutan lebat dengan oksigen tinggi sudah terbentuk.

Misteri Berusia Seabad Terpecahkan

Fosil Praearcturus gigas pertama kali ditemukan lebih dari 100 tahun lalu. Namun, fragmen yang ada membuat para ahli hanya bisa menebak ukuran aslinya.

Perdebatan berlangsung selama puluhan tahun.

Pada Juni 2026, analisis baru menggunakan teknik anatomi komparatif modern berhasil mengungkap ukuran sebenarnya.

>>> PUBG Mobile dan Shinhan Luncurkan Kartu Edisi Khusus, Gratis G-COIN untuk 30.000 Pendaftar Pertama

Dengan meneliti fragmen capit sepanjang 6,3 inci, para peneliti menghitung rasio capit terhadap tubuh.

Hasilnya mengejutkan: kalajengking ini dengan mudah melebihi tiga kaki (sekitar 1 meter) dan resmi menjadi kalajengking terbesar dalam sejarah.

Strategi Bertahan Hidup di Dunia yang Miskin

Studi yang diterbitkan di jurnal Palaeontology ini juga mengungkap bagaimana predator sebesar itu bisa mendapatkan cukup makanan. Fosil dari Wales menunjukkan adanya struktur anatomi bernama epimera.

Epimera mirip dengan struktur pada kepiting dan lobster modern yang digunakan untuk bernavigasi di air dan melindungi insang.

Hal ini menunjukkan bahwa Praearcturus gigas tidak sepenuhnya hidup di darat.

Kalajengking ini adalah pemburu amfibi.

Dengan membagi waktu antara air dan tepian sungai purba, ia bisa berburu ikan tanpa rahang dan invertebrata laut kecil.

Strategi ini memberinya sumber makanan berlimpah tanpa persaingan dari predator darat lain.

>>> 5 HP Gaming Murah Performa Gacor Terbaru 2026, Mulai Rp2 Jutaan

Niche ekologis yang unik ini memungkinkan kalajengking raksasa mendominasi lingkungannya dan mencapai ukuran luar biasa.