Kelompok oposisi Iran yang beroperasi di Prancis terlibat perseteruan internal yang semakin memanas. Situasi ini membuat pemerintah Prancis resah hingga membatalkan demonstrasi besar yang direncanakan di Paris.

Kepolisian Paris membatalkan aksi yang dijadwalkan pada 30 Juni 2026 hanya beberapa jam sebelum dimulai.

>>> Iran Tuding AS Tak Serius Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Alasan pembatalan adalah situasi keamanan yang sangat sensitif di tengah meningkatnya ketegangan nasional dan internasional.

Keputusan itu didasarkan pada laporan intelijen yang memperingatkan ancaman serius dari kelompok oposisi Iran yang saling bersaing memperebutkan pengaruh.

Laporan menyebut terjadi "perang pengaruh" antara Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI), Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (PMOI/MEK), dan kelompok monarki pendukung Reza Pahlavi.

Kedua kubu berupaya menampilkan diri sebagai satu-satunya oposisi yang sah di mata internasional. Kekhawatiran Prancis meningkat setelah aparat menerima informasi ancaman dari aktivis yang berafiliasi dengan kelompok monarki.

Seorang tokoh monarki yang dikenal kerap melontarkan ancaman terhadap pejabat mengajak pendukungnya menghalangi demonstrasi PMOI.

Beredar video di media sosial yang memperlihatkan tokoh tersebut memegang senjata api semiotomatis dan uji coba senjata cetak tiga dimensi.

Aparat keamanan juga menerima ancaman lebih serius.

>>> Oman-Iran Terinspirasi Selat Malaka dan Singapura untuk Tarif di Hormuz

Sejumlah individu menggunakan simbol yang identik dengan Badan Intelijen era Shah Iran (SAVAK) dan mengancam akan meledakkan bom jika demonstrasi tetap berlangsung.

Kepolisian Paris, Kementerian Dalam Negeri Prancis, dan Badan Intelijen Domestik Prancis (DGSI) belum berkomentar mengenai keaslian dokumen intelijen tersebut.

Demonstrasi yang dibatalkan diperkirakan dihadiri ribuan peserta dari berbagai negara, termasuk kelompok komunitas suku, organisasi komunis, dan sosialis.

Laporan intelijen juga tidak menutup kemungkinan sebagian ancaman berasal dari pemerintah Iran melalui perantara atau proksi. Iran diketahui melarang aktivitas NCRI dan mendesak dunia menindak organisasi tersebut.

Media Iran secara rutin mengecam kelompok itu sebagai penentang pemerintah Teheran.

Pembatalan demonstrasi ini menunjukkan konflik di tubuh oposisi Iran tidak hanya berdampak pada dinamika politik internal, tetapi juga menimbulkan persoalan keamanan di negara lain.

>>> Cara Cek Pencairan PKH dan BPNT 2026 Meski Status SPM Masih Proses

Bagi Prancis, rivalitas antarkelompok yang disertai ancaman kekerasan menjadi risiko yang tidak dapat diabaikan.