Tanker Pertamina Pride Belum Lewati Selat Hormuz, Pertamina Siapkan Pasokan Minyak Pengganti
PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan kilang domestik tetap terjaga meskipun kapal tanker Pertamina Pride hingga kini belum melintasi Selat Hormuz.
Perusahaan telah menyiapkan pasokan pengganti untuk muatan yang semula dijadwalkan tiba di Indonesia pada Kamis, 2 April 2026.
Suplai Pengganti Disiapkan untuk Operasional Kilang
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menjelaskan perseroan telah mengaktifkan mekanisme pengelolaan rantai pasok minyak mentah untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Melalui pengelolaan portofolio suplai dari berbagai sumber, Pertamina memastikan operasional kilang tetap berjalan tanpa gangguan meskipun terjadi kendala logistik.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan operasional kilang tetap terpenuhi dan pasokan energi nasional tetap terjaga. Pertamina terus melakukan koordinasi dan mengantisipasi dinamika logistik serta pengadaan minyak mentah guna menjaga keberlangsungan operasional kilang dan kebutuhan energi nasional,” kata Baron dalam keterangannya, Kamis.
Pertamina Pride Masih Berlabuh di Teluk Persia
Berdasarkan pemantauan pergerakan kapal hingga Rabu, 1 April 2026, supertanker Pertamina Pride tercatat masih menurunkan jangkar di perairan Arab Saudi, tepatnya di dekat Pelabuhan Ras Tanura.
Kapal dengan tujuan akhir Cilacap tersebut sebelumnya dijadwalkan tiba di Indonesia pada 2 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.
Namun hingga pagi hari, posisi kapal masih berada di kawasan Teluk Persia dan belum melewati jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Angkut Hampir 2 Juta Barel Minyak Mentah
Pertamina Pride merupakan kapal jenis very large crude carrier (VLCC) berbendera Singapura yang dibangun pada 2021.
Data kargo menunjukkan kapal tersebut membawa sekitar 249.821 metrik ton minyak mentah atau kondensat, setara dengan sekitar 1,86 hingga 1,90 juta barel.
Kapasitas angkut VLCC pada umumnya memang berada di kisaran 2 juta barel minyak mentah dalam satu pelayaran.
Catatan perjalanan menunjukkan kapal tersebut sempat singgah di Pelabuhan Assaluyeh, Iran pada 7 Maret 2026 sebelum menuju Ras Tanura, Arab Saudi.
Pada 16 Maret, kapal kembali terdeteksi berada di Ras Tanura sebelum dijadwalkan berlayar menuju Cilacap.
Baca juga: Rumah Ono Surono di Bandung Digeledah KPK terkait Kasus Ijon Proyek Bekasi
Update Terbaru
Saham Tesla Anjlok 13 Persen Usai Laporan Laba yang Buruk
Sabtu / 25-07-2026, 19:49 WIB
Trump Sebut Foto Sekolah Iran yang Dibom Bisa Buatan AI
Sabtu / 25-07-2026, 19:49 WIB
X-Men '97 Season 3 Selesai, Season 4 dalam Pengembangan
Sabtu / 25-07-2026, 19:49 WIB
Game God of War Baru dengan Kratos Sedang Dikembangkan, Terkait Langsung dengan Laufey
Sabtu / 25-07-2026, 19:49 WIB
Star Wars: Visions Presents - The Ninth Jedi Anime Umumkan Pengisi Suara Jepang
Sabtu / 25-07-2026, 19:46 WIB
Noah Lyles dan Sha'Carri Richardson Juara 100 Meter di Kejuaraan AS
Sabtu / 25-07-2026, 19:46 WIB
Jackpot Mega Millions Tembus $800 Juta Setelah Tidak Ada Pemenang pada 24 Juli
Sabtu / 25-07-2026, 19:43 WIB
Kebakaran Hutan di Spanyol Meluas, 2.000 Pemadam Diterjunkan
Sabtu / 25-07-2026, 19:42 WIB
Ernando Ari Ungkap Perasaan Bertemu Shin Tae Yong sebagai Lawan di Persebaya vs Persija
Sabtu / 25-07-2026, 19:42 WIB
Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan Mulai Dikerjakan
Sabtu / 25-07-2026, 19:42 WIB
3 Anggota Polda Jabar Pengemudi Alphard HI Disanksi Etik Buntut Cekcok dengan Satpam
Sabtu / 25-07-2026, 19:42 WIB
Samsung dan Qualcomm Bangun Ekosistem AI Generasi Baru, Galaxy Makin Cerdas Tanpa Bergantung Cloud
Sabtu / 25-07-2026, 19:42 WIB
Kolaborasi MAXStream TV dan iQIYI Dorong Industri Konten Lokal
Sabtu / 25-07-2026, 19:42 WIB
Michigan Hadapi Wabah Siklospora di Tengah Kekurangan Staf Kesehatan
Sabtu / 25-07-2026, 19:41 WIB







