Moell Disorot Lagi Usai Bantah Kerja Sama Marapthon, Dugaan Donasi Berulang Picu Polemik
marapthon--
Polemik terkait brand skincare anak Moell belum mereda setelah klarifikasi dari pemiliknya, Uung Victoria Finky, justru memunculkan temuan baru di media sosial.
Sebelumnya, Uung telah menegaskan bahwa brand yang ia kelola tidak terlibat sebagai sponsor dalam acara Marapthon, meski produknya muncul dalam siaran tersebut.
Klarifikasi Awal Owner
Pernyataan itu disampaikan melalui akun Threads miliknya pada 28 Maret 2026. Ia menjelaskan kehadiran Moell berkaitan dengan kerja sama bersama Andrew, bukan dukungan terhadap acara.
"Hallo mom, aku makasih banget udah ikutan concern sama hal ini, sejujurnya kita bukan sponsor di Marapthon, jadi Moell di acara tersebut untuk Andrewnya dan hasil penjualan akan kita pakai untuk program CSR bulan depan di Kangean Madura. Dari awal pun udah bikin rules no rokok, no omongan kotor, dll tapi ternyata masih ada hal-hal yang luput, gak ada klarifikasi pembelaan dari aku, kita salah dan jadi evaluasi buat kedepannya. Maaf banget ya," tulisnya.
Temuan Donasi Jadi Sorotan
Di tengah klarifikasi tersebut, warganet kemudian menyoroti adanya dugaan donasi dari Moell selama acara berlangsung.
Dalam unggahan yang beredar di Threads pada 29 Maret 2026, disebutkan bahwa Moell mengirimkan donasi senilai Rp1 juta sebanyak tiga kali ke Marapthon.
Unggahan tersebut turut menampilkan bukti transaksi yang kemudian menyebar luas dan memicu diskusi baru di kalangan pengguna media sosial.
Reaksi Warganet Beragam
Sejumlah komentar muncul, mempertanyakan konsistensi pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh pihak brand.
Ada pula warganet yang menyoroti dampak polemik ini terhadap sosok anak yang terlibat dalam acara tersebut.
Beberapa di antaranya mengungkapkan keprihatinan atas komentar negatif yang diarahkan kepada anak, sementara lainnya menilai persoalan ini seharusnya bisa diredam sejak awal melalui penjelasan yang lebih sederhana.
Perbincangan terus bergulir, menjadikan isu Moell dan Marapthon masih menjadi perhatian publik hingga kini.