Adab Puasa dan Penguatan Ibadah

Puasa mengajarkan pengendalian diri dan disiplin, termasuk menjaga lisan dan perilaku. Dalam praktik keseharian, ada kondisi tertentu yang kerap ditanyakan, misalnya seseorang yang tidak sengaja makan atau minum karena lupa di tengah puasa.

Selain itu, adab membaca Al-Qur’an juga sering menjadi perhatian. Dalam pembahasan fikih, membaca Al-Qur’an tetap dianjurkan dilakukan dengan menjaga adab, meski ketentuannya berbeda dengan syarat menutup aurat dalam salat.

Kultum Singkat: Qiyamul Lail dan Sikap Qanaah

Di bulan Ramadhan, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan malam seperti qiyamul lail. Bentuknya dapat berupa tarawih dan witir, maupun ibadah malam lainnya yang dikerjakan selepas Isya hingga menjelang Subuh.

Selain itu, penguatan sikap qanaah atau merasa cukup dan bersyukur menjadi bagian dari pembinaan diri. Sikap ini menekankan penerimaan atas ketetapan Allah SWT dan menghindari keluh kesah atas rezeki yang diperoleh.

Doa Berbuka dan Ide Menu Sahur-Berbuka

Sahur merupakan amalan yang dianjurkan, sebagaimana keterangan hadits yang menganjurkan orang yang hendak berpuasa untuk bersahur. Saat Maghrib tiba, umat Islam lazim membaca doa setelah membatalkan puasa.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu. Dzahaba-zh zama’u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya: Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.

Untuk menu berbuka, tahu dapat diolah menjadi beragam sajian, seperti sup tahu, bakwan tahu, hingga tumis tahu saus tiram. Sementara itu, cap cay ayam dapat menjadi pilihan praktis yang menggabungkan protein dan sayuran, cocok untuk sahur maupun berbuka.