Seluruh temuan dibawa ke RSUP Prof IGNG Ngoerah, Denpasar, untuk pemeriksaan forensik lebih lanjut.

Proses Identifikasi DNA

Pada 27 Februari 2026, tim Disaster Victim Identification (DVI), laboratorium forensik, dan penyidik mengambil sampel DNA dari potongan tubuh tersebut.

Bekerja sama dengan Konsulat Ukraina, polisi juga akan mengambil sampel DNA dari ibu korban untuk proses pencocokan.

Ariasandy menegaskan belum dapat dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah milik Igor Komarov. “Kami harus bertindak berdasarkan penyelidikan ilmiah, hasil forensik, dan bukti lainnya,” ujarnya.

Penyidik menemukan tato berbentuk jam dengan angka Romawi pada salah satu fragmen tangan. Namun, kondisi dekomposisi yang berat membuat ahli belum dapat memastikan jenis kelamin jenazah. Analisis awal menyebut kematian kemungkinan terjadi lebih dari tiga hari sebelum ditemukan.

Kronologi Awal

Igor diketahui bepergian bersama pacarnya, influencer asal Ukraina Yeva Mishalova (25), dan seorang teman. Teman tersebut dilaporkan berhasil melarikan diri dan memberi tahu pihak berwenang.

Penyelidikan kini difokuskan pada keterkaitan antara dugaan penculikan, video tebusan, serta temuan potongan tubuh. Kepolisian menyatakan kesimpulan akhir akan diumumkan setelah hasil uji DNA dan pemeriksaan forensik selesai.