Secara bulanan, IHK diperkirakan mencatat inflasi 0,41% month-to-month (mom) pada Februari 2026, berbalik dari deflasi 0,15% mom pada Januari.

Kenaikan ini mencerminkan lonjakan permintaan selama Ramadan, terutama pada kelompok makanan dan minuman, jasa makan minum, serta kebutuhan terkait aktivitas keagamaan.

Harga bergejolak bulanan diprediksi meningkat, terutama pada komoditas seperti daging ayam, cabai rawit, dan cabai merah. Namun, tekanan tersebut berpotensi tertahan oleh penurunan harga bawang merah seiring musim panen hortikultura.

Untuk administered prices, inflasi bulanan juga diperkirakan naik akibat penyesuaian tarif air (PDAM) dan kenaikan tarif transportasi udara serta darat, meski harga BBM nonsubsidi menurun.

Konsensus Pasar

Survei konsensus yang dihimpun Bloomberg menunjukkan median proyeksi inflasi Februari sebesar 0,3% secara bulanan.

Sedangkan secara tahunan, inflasi diperkirakan mencapai 4,3% yoy. Jika terealisasi, angka tersebut akan menjadi yang tertinggi sejak April 2023 atau hampir tiga tahun terakhir.