Harga cabai rawit di wilayah Blitar, Jawa Timur, masih bertahan tinggi di kisaran Rp 90.000 hingga Rp 95.000 per kilogram dalam lima hari terakhir. Angka tersebut tercatat di sejumlah pasar tradisional meski sebelumnya sempat menembus Rp 105.000 per kilogram menjelang bulan Ramadhan.

Di Pasar Legi Kota Blitar, pedagang sayur dan bumbu dapur mengaku belum ada perubahan berarti pada harga kulakan. Kenaikan tajam yang terjadi beberapa hari sebelum puasa kini mulai mereda, namun belum kembali ke level normal.

Permintaan Melemah, Penjualan Turun

Pedagang di Pasar Legi, Sutinah, mengatakan harga beli cabai rawit dari pemasok berada di angka Rp 90.000 per kilogram. Ia menjualnya kembali antara Rp 92.000 hingga Rp 95.000 per kilogram menyesuaikan permintaan.

“Saya belinya Rp 90.000 per kilogram. Jualnya ya Rp 92.000 sampai Rp 95.000 per kilogram. Tergantung situasi permintaan pembeli,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, tingginya harga berdampak langsung pada minat pembeli. Ia hanya mampu menjual beberapa ons hingga siang hari meski telah mengambil lima kilogram stok pada pagi hari.

Lonjakan tertinggi terjadi sekitar tiga hari sebelum Ramadhan, saat harga menyentuh Rp 105.000 per kilogram. Setelah itu, harga perlahan turun dan stabil di kisaran Rp 90.000.

Pedagang lain, Wiji, memilih tidak menambah stok cabai rawit karena penjualan melambat. Ia sempat membeli lima kilogram dengan harga Rp 90.000 per kilogram, namun baru habis setelah dua hari.

“Kemarin lusa kulakan 5 kilogram dengan harga Rp 90.000 per kilogram tapi baru habis 2 hari. Jadi hari ini sementara tidak jual cabai rawit,” katanya.

Baca juga: Pria di Palangka Raya Diduga Sekap Tiga Wanita dan Ancam dengan Parang