close ads x

Polisi Selidiki Penyebaran Link Videy Asli KKN Lombok Full yang Viral Disebut Berdurasi 17 Menit

Polisi Selidiki Penyebaran Link Videy Asli KKN Lombok Full yang Viral Disebut Berdurasi 17 Menit

Viral Video Coffee Shop 28 detik--

Pencarian frasa “link videy asli KKN Lombok full” mendadak meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kata kunci itu ramai ditelusuri warganet di TikTok, X, hingga Google, seiring klaim beredarnya video berdurasi sekitar 17 menit yang dikaitkan dengan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Isu tersebut memantik perhatian publik karena konten yang dipersoalkan disebut bermuatan asusila dan dinilai berpotensi melanggar hukum.

Cuplikan yang Beredar di Media Sosial



Berdasarkan potongan video yang tersebar, rekaman memperlihatkan seorang pria dan perempuan berada di ruangan sederhana. Keduanya tampak duduk bersandar di tembok dengan alas kasur di lantai.

Dalam cuplikan itu, pria terlihat menuangkan minuman dari botol ke gelas kecil lalu memberikannya kepada perempuan di sampingnya. Mereka bergantian minum dari wadah yang sama sebelum perempuan tampak mendekat dan menyandarkan kepala ke bahu pria tersebut.

Cuplikan yang beredar berhenti pada bagian itu. Detail ruangan, termasuk seprei bermotif bunga, ikut menjadi bahan perbincangan warganet.

Keterangan Pihak Desa


Pria dalam video disebut-sebut merupakan ketua kelompok KKN yang pernah bertugas di salah satu desa di Lombok Timur. Kepala desa setempat membenarkan mahasiswa tersebut memang pernah menjalani program KKN di wilayahnya.

Namun, ia menegaskan tidak mengetahui proses pembuatan maupun penyebaran video yang beredar di media sosial.

Kelompok KKN itu juga disebut telah menyelesaikan kegiatan pengabdian dan ditarik pihak kampus pada 5 Februari 2026. Selama program berlangsung, mereka diketahui menyewa rumah warga sebagai posko.

Polisi Telusuri Asal Penyebaran

Aparat kepolisian kini mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi serta dugaan pelanggaran hukum. Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, IPTU Arie Kusnandar, menyatakan penyidik menelusuri pihak pertama yang mengunggah konten ke media sosial serta alur penyebarannya.

Menurutnya, klarifikasi dilakukan terhadap pihak-pihak terkait agar informasi yang didapat objektif dan tidak memicu spekulasi di masyarakat.

Satuan Reskrim Polres Lombok Timur melibatkan Unit Tipidter dan Unit PPA untuk pendalaman lebih lanjut.

Imbauan untuk Masyarakat

Di tengah ramainya pencarian tautan, masyarakat diimbau tidak sembarangan mengakses maupun membagikan konten yang belum jelas kebenarannya. Penyebaran video pribadi tanpa izin juga dapat merugikan pihak-pihak yang terlibat dan berisiko berhadapan dengan konsekuensi hukum.

Penanganan perkara masih berjalan dan pihak berwenang menyatakan setiap informasi akan diverifikasi secara menyeluruh.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya