Kementan Salurkan 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati Saat Harga Tembus Rp120 Ribu
cabe-pixabay-
Kementerian Pertanian kembali menambah pasokan cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta, di tengah lonjakan harga yang terjadi di wilayah DKI. Pada Minggu, 22 Februari 2026, sebanyak 1,7 ton cabai digelontorkan untuk menjaga ketersediaan sekaligus menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
Mengacu pada data Panel Harga Nasional Badan Pangan Nasional per pukul 08.45 WIB, harga cabai rawit merah di DKI Jakarta telah menembus Rp120.000 per kilogram. Angka tersebut jauh melampaui batas atas Harga Acuan Penjualan nasional yang berada di kisaran Rp57.000 per kilogram.
Pasokan Dijaga Selama Ramadan
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, memastikan distribusi cabai ke PIKJ akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Pasokan berasal dari berbagai sentra produksi yang dibina melalui program champion cabai.
Dalam penjelasan tertulisnya pada Senin, 23 Februari 2026, Agung menyatakan kebutuhan masyarakat selama Ramadan menjadi perhatian utama pemerintah.
“Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Harga Disubsidi, Target Maksimal Rp65 Ribu
Cabai yang masuk ke PIKJ tersebut dipasok dengan harga sekitar Rp50.000 per kilogram. Untuk menjaga stabilitas di tingkat konsumen, pemerintah melalui Fasilitasi Distribusi Pangan Badan Pangan Nasional menanggung sebagian biaya logistik dari daerah produksi ke Jakarta.
Dengan dukungan subsidi transportasi itu, harga jual di pasar diharapkan tidak melampaui Rp65.000 per kilogram.