Kementan Tetapkan Harga Acuan Ayam Hidup di Tiga Provinsi untuk Redam Gejolak Pasar
Kementan Tetapkan Harga Acuan Ayam Hidup di Tiga Provinsi untuk Redam Gejolak Pasar
Kementerian Pertanian mengambil langkah koordinatif untuk meredam gejolak harga ayam hidup di tingkat peternak yang belakangan mengalami tekanan di sejumlah daerah.
Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah menggelar rapat koordinasi perunggasan nasional pada Selasa (7/4). Pertemuan tersebut melibatkan berbagai asosiasi peternak dan pelaku usaha sebagai upaya bersama menjaga stabilitas harga sekaligus keberlanjutan usaha perunggasan.
Harga Acuan Livebird Mulai Berlaku 8 April
Dari forum tersebut disepakati penetapan harga acuan ayam hidup (livebird) dengan bobot di atas 2 kilogram yang mulai berlaku pada Rabu (8/4/2026).
- Jawa Tengah minimal Rp19.000 per kilogram
- Jawa Timur minimal Rp19.500 per kilogram
- Jawa Barat minimal Rp20.000 per kilogram
Kesepakatan harga tersebut akan dievaluasi dalam waktu dua hari untuk melihat dampaknya terhadap pergerakan pasar dan efektivitasnya dalam menstabilkan harga di tingkat peternak.
Pemerintah Perkuat Koordinasi dengan Pelaku Usaha
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Hary Suhada menjelaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor perunggasan.
Menurutnya, komunikasi yang intensif menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan sekaligus memastikan kebijakan yang diambil berjalan efektif.
“Kami terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan,” kata Hary.
Pemantauan perkembangan di lapangan juga dilakukan secara berkala melalui laporan dari berbagai wilayah guna melihat kondisi harga dan pasokan secara langsung.
Kelebihan Pasokan Tekan Harga Pasca Lebaran
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia Mukhlis Wahyudi menjelaskan tekanan harga livebird berkaitan dengan kondisi pasokan yang lebih tinggi dibandingkan kebutuhan pasar.
Ia menilai situasi ini merupakan pola yang sering terjadi setiap tahun, terutama setelah periode Idulfitri.
“Kondisi ini tidak hanya karena oversupply, tetapi juga pola pasar yang berulang setiap tahun setelah Lebaran. Meskipun pasokan mulai terkendali, harga belum sepenuhnya pulih,” ujar Mukhlis.
Baca juga: Ini Faktor Utama yang Mendorong Kenaikan Harga Minyak Goreng di Pasar
Update Terbaru
Sistem Laser Canggih Hilangkan Distorsi Atmosfer untuk Observasi Luar Angkasa
Senin / 25-05-2026, 23:23 WIB
Bhayangkara Brimob Juarai KASAU Cup 2026
Senin / 25-05-2026, 23:13 WIB
Drake Cetak Rekor Berkat Rilis 3 Album Bersamaan
Senin / 25-05-2026, 23:08 WIB
10 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis 2026, Bisa Dicoba Tanpa Modal
Senin / 25-05-2026, 23:08 WIB
Harga BBM Naik, Hybrid Honda CR-V Butuh 100.000 Mil untuk Impas
Senin / 25-05-2026, 22:58 WIB
Sarpsborg 08 Hadapi Molde FK di Eliteserien, Momentum Berbeda
Senin / 25-05-2026, 22:53 WIB
Bioskop Trans TV Tayangkan The Ice Road dan 10 Minutes Gone
Senin / 25-05-2026, 22:48 WIB
Confluent Luncurkan Pembaruan Platform AI Real-Time
Senin / 25-05-2026, 22:38 WIB
Tromso Incar Puncak Klasemen Saat Jamu Aalesund
Senin / 25-05-2026, 22:33 WIB
Salford City vs Notts County di Final Play-off League Two, Perebutkan Tiket ke League One
Senin / 25-05-2026, 22:33 WIB
Calvin Dores Dilarikan ke RS Akibat Serangan Jantung
Senin / 25-05-2026, 22:18 WIB
Prilly Latuconsina Jadi Rescue Diver di Red Bull Cliff Diving Bali
Senin / 25-05-2026, 22:18 WIB
Cara Aktifkan DANA Cicil di Aplikasi DANA Beserta Syaratnya
Senin / 25-05-2026, 22:18 WIB
Komdigi Pantau Pemulihan Ribuan Menara Telekomunikasi Terdampak Pemadaman Sumatra
Senin / 25-05-2026, 22:13 WIB






