AS Diduga Berperan dalam Operasi yang Menewaskan Bos Kartel Meksiko El Mencho
Operasi militer Meksiko yang berujung pada tewasnya Nemesio Oseguera alias El Mencho disebut tak lepas dari peran intelijen Amerika Serikat (AS).
Seorang pejabat pertahanan AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengungkapkan adanya dukungan informasi dari satuan tugas baru yang dipimpin militer AS dalam operasi tersebut.
Satuan Tugas Khusus Pantau Kartel
Satuan bernama Joint Interagency Task Force Counter-Cartel itu resmi dibentuk bulan lalu dengan mandat memetakan jaringan kartel narkoba di sepanjang perbatasan AS–Meksiko.
Tim ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah AS dan berfokus pada pengumpulan serta pengolahan intelijen lintas lembaga.
Meski demikian, pejabat AS tersebut menegaskan bahwa penggerebekan terhadap El Mencho sepenuhnya dilaksanakan oleh militer Meksiko.
Seorang mantan pejabat AS menyebut Washington telah menyusun daftar target terperinci terkait El Mencho dan menyerahkannya kepada otoritas Meksiko sebagai bahan pertimbangan operasi.
Dokumen tersebut, menurutnya, memuat informasi dari lembaga penegak hukum dan badan intelijen AS.
Ia bahkan menyatakan El Mencho berada di posisi teratas, atau setidaknya di jajaran paling atas, dalam daftar target prioritas AS di Meksiko.
Operasi di Tapalpa Berujung Baku Tembak
Operasi militer berlangsung pada Minggu (22/2) waktu setempat di Tapalpa, negara bagian Jalisco, yang dikenal sebagai basis kuat Kartel Generasi Baru Jalisco atau CJNG.
Target awal operasi adalah penangkapan, namun perlawanan sengit dari anggota kartel memicu baku tembak dengan aparat militer.
- Empat anggota CJNG tewas di lokasi kejadian.
- Tiga lainnya mengalami luka berat dan meninggal saat proses evakuasi udara ke Mexico City.
- Salah satu korban tewas diidentifikasi sebagai El Mencho.
Keterangan tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Meksiko dalam penjelasan resminya.
Oseguera, 60 tahun, merupakan mantan polisi yang kemudian memimpin CJNG hingga menjadi salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di Meksiko.
Selama bertahun-tahun ia lolos dari penangkapan, meskipun pemerintah AS menawarkan imbalan hingga 15 juta dolar AS bagi informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Baca juga: Harga Pangan 23 Februari 2026: Telur Ayam dan Cabai Rawit Merah Alami Kenaikan
Update Terbaru
Jadwal Rilis Projection Chapter 54, Spoiler, dan Cara Baca
Sabtu / 30-05-2026, 21:08 WIB
Lima Duel Kunci Pemain di Final Arsenal vs PSG
Sabtu / 30-05-2026, 20:56 WIB
Andrea Pirlo Bela Taktik Mikel Arteta Jelang Final Liga Champions
Sabtu / 30-05-2026, 20:56 WIB
Atletico Madrid Sindir Barcelona dengan Tawaran Transfer Palsu
Sabtu / 30-05-2026, 20:56 WIB
Islam Makhachev Prediksi Ilia Topuria Kalahkan Justin Gaethje di UFC Freedom 250
Sabtu / 30-05-2026, 20:55 WIB
Mauricio Pochettino Buka Suara soal Rumor AC Milan
Sabtu / 30-05-2026, 20:55 WIB
Real Madrid Siapkan Jabatan Struktural untuk Luka Modric
Sabtu / 30-05-2026, 20:38 WIB
Spurs Hancurkan Thunder 118-91, Paksa Game 7 Final Wilayah Barat
Sabtu / 30-05-2026, 20:38 WIB
Marco Bezzecchi Bidik Kemenangan di MotoGP Italia 2026
Sabtu / 30-05-2026, 20:38 WIB
Marco Bezzecchi Pimpin Klasemen MotoGP Jelang Balapan di Mugello
Sabtu / 30-05-2026, 20:38 WIB
AC Milan Dikabarkan Lakukan Pembicaraan Awal dengan Mauricio Pochettino
Sabtu / 30-05-2026, 20:37 WIB
Asisten YouTuber RA Akui Beli Whip Pink 20 Kali, Polisi Dalami Alur Pembelian
Sabtu / 30-05-2026, 19:42 WIB
18 Film Bioskop Juni 2026 yang Siap Tayang dari Horor Indonesia hingga Hollywood
Sabtu / 30-05-2026, 19:35 WIB
5 Drakor Baru Juni 2026 yang Siap Tayang, dari Lee Jae Wook hingga So Ji Sub
Sabtu / 30-05-2026, 19:31 WIB






