Arti Cilor Mau Cilor Viral Disalahpahami KNetz saat Konflik dengan SEAblings
knetz vs seablings--
Istilah “cilor mau cilor?” mendadak ramai di media sosial setelah disalahartikan oleh sejumlah netizen Korea atau KNetz sebagai bentuk pelecehan. Padahal, frasa tersebut merupakan meme bercanda yang muncul di tengah ketegangan daring antara KNetz dan komunitas SEAblings.
SEAblings adalah sebutan bagi netizen Asia Tenggara, terutama dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Perseteruan digital ini dipicu komentar bernada rasis dari sebagian KNetz terhadap warganet Indonesia di berbagai platform.
Berawal dari Balasan Sarkastik
Untuk meredam suasana sekaligus membalas dengan humor, netizen Indonesia menggunakan kalimat “cilor mau cilor?”. Cilor sendiri adalah jajanan khas berbahan aci atau tepung kanji yang dibalut telur dan digoreng, populer di lingkungan sekolah dan pasar tradisional.
Meme tersebut digunakan sebagai respons sarkastik, tanpa muatan seksual. Namun, kesalahpahaman muncul ketika sebagian KNetz menafsirkan kata “cilor” secara keliru.
Tudingan yang Memicu Polemik
Kontroversi semakin melebar setelah akun X @aina0660 menuding kreator konten Indonesia, Jang Jiboy, melakukan pelecehan terhadap mahasiswi Korea.
Dalam narasi yang beredar, Jang Jiboy disebut merekam mahasiswi di dalam bus sambil mengucapkan kalimat “Ni mau cilor” yang diterjemahkan secara bebas sebagai kalimat bernada seksual.
“Kami mengungkap kasus Jang Bijoy, seorang pria Indonesia yang bekerja di Seyang Natural Aechang yang melakukan pelecehan seksual dan merekam seorang gadis Korea di bawah umur,” tulis akun tersebut.
“Setelah merekam para mahasiswi di dalam bus, dia bertanya kepada mereka dalam bahasa Indonesia, ‘Ni cilor mau (Apakah kamu mau memakan alat k***minku)’?” lanjutnya, dengan penafsiran yang menuai bantahan.
INetz Sebut Hoaks dan Salah Tafsir
Tuduhan itu langsung memicu reaksi keras dari netizen Indonesia. Banyak yang menilai terjemahan tersebut keliru dan tidak berdasar.
“Kalimat ‘cilor mau cilor’ sebenarnya adalah meme yang lahir ketika netizen Indonesia menghadapi hujatan dari KNetz terhadap wanita Indonesia di media sosial. Artinya bukan pelecehan, melainkan respon sarkastik dan humor untuk meredam ketegangan,” tulis akun @lor***** pada Selasa (17/2/2026).
Akun lain menegaskan bahwa frasa tersebut bermakna ajakan bercanda dan sindiran halus agar perdebatan dihentikan.
“Kalimat, ‘Cilor mau cilor?’ Itu bermakna: gue gak peduli sama kalian, mending gue makan cilor. Kalian mau juga cilor?” tulis pengguna lainnya.
Ada pula yang menyayangkan tudingan tersebut. “Sotoy banget, padahal udah serius baca pelecehan seksual, kirain beneran. Taunya asbun. Alaah Korea hoaks,” komentar akun lain.
Meme yang Tetap Digunakan
Hingga kini, frasa “cilor mau cilor?” tetap digunakan sebagai humor khas netizen Indonesia di tengah perdebatan daring dengan KNetz. Meme tersebut dipandang sebagai cara kreatif untuk menanggapi komentar negatif tanpa memperkeruh suasana.
Perang komentar antara KNetz dan SEAblings sendiri masih berlangsung di berbagai platform media sosial.