Harga Perak Antam Selasa 10 Februari 2026 Naik Rp1.200 ke Level Rp51.450 per Gram
Harga perak produksi Antam kembali menguat pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. Kenaikan ini sejalan dengan lonjakan harga perak global yang didorong pelemahan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.
Berdasarkan perkembangan pasar, harga beli perak Antam hari ini tercatat naik Rp1.200 menjadi Rp51.450 per gram.
Sehari sebelumnya, pada Senin, 9 Februari 2026, harga perak Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp750 dan diperdagangkan di level Rp50.250 per gram.
Harga Perak Global Melonjak Tajam
Kenaikan harga perak domestik tidak terlepas dari penguatan signifikan di pasar internasional. Pada penutupan perdagangan Senin, harga perak spot tercatat melonjak 7,03 persen dan ditutup di level 83,35 dolar AS per troy ounce.
Sementara itu, kontrak berjangka perak Amerika Serikat juga menguat tajam sebesar 6,9 persen dan berakhir di posisi 82,23 dolar AS.
Penguatan tersebut ditopang oleh pelemahan indeks dolar AS yang turun ke level terendah dalam sepekan terakhir.
Pelemahan Dolar dan Faktor Geopolitik Dorong Safe Haven
Sentimen positif terhadap perak juga diperkuat oleh kekhawatiran pergeseran aset investor global dari dolar AS ke logam mulia. Hal ini muncul setelah adanya laporan mengenai imbauan regulator di Tiongkok kepada lembaga keuangan untuk mengurangi kepemilikan surat utang Amerika Serikat.
Selain itu, meningkatnya risiko geopolitik di sejumlah kawasan, seperti Iran, Ukraina, Timur Tengah, dan Venezuela, turut mendorong permintaan aset lindung nilai.
Pasar Menanti Data Ekonomi Amerika Serikat
Pelaku pasar juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, antara lain laporan ADP Employment Change serta data penjualan ritel. Pernyataan dari pejabat bank sentral Amerika Serikat juga menjadi perhatian investor.
Untuk perdagangan selanjutnya, pergerakan harga perak diperkirakan masih sangat dipengaruhi oleh arah dolar AS. Pelemahan lanjutan mata uang tersebut berpotensi menopang harga perak, meskipun risiko aksi ambil untung tetap perlu diwaspadai setelah lonjakan tajam.
Harga perak berjangka Amerika Serikat diperkirakan bergerak pada area dukungan di kisaran 78,97 hingga 75,70 dolar AS, dengan potensi resistance di rentang 84,63 hingga 87,02 dolar AS.
Update Terbaru
Bupati Bogor Lepas 271 Jamaah Haji Kloter 21 di Masjid Nurul Wathon
Sabtu / 16-05-2026, 04:05 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 17 – 24 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 04:00 WIB
Chery Siap Luncurkan Mobil Listrik Q di Indonesia pada 18 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:41 WIB
Jawa Tengah Perkuat Kolaborasi Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat
Sabtu / 16-05-2026, 03:22 WIB
BYD Indonesia Luncurkan Varian Baru Atto 1 STD, Harga Mulai Rp199 Juta
Sabtu / 16-05-2026, 03:20 WIB
Google Perbarui Android Auto dengan Integrasi AI Gemini pada 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:20 WIB
Review Suzuki Satria Pro: Bebek Sport Modern dengan Fitur Konektivitas
Sabtu / 16-05-2026, 03:17 WIB
Potensi Pendapatan Game Penghasil Saldo DANA Tembus Rp545.000 Per Hari
Sabtu / 16-05-2026, 03:16 WIB
Penjualan Honda di China Anjlok 48 Persen pada April 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:14 WIB
Pemprov DKI Gelar Jakarta Job Fair 2026 di Jakarta Utara, Buka Ribuan Lowongan
Sabtu / 16-05-2026, 03:09 WIB
Kemensos Perbarui Data Penerima Bansos Mei 2026, 11 Ribu KPM Dicoret
Sabtu / 16-05-2026, 03:08 WIB
Jadwal Tayang Classroom of the Elite Season 4 Episode 6 dan Sinopsis Terbaru
Sabtu / 16-05-2026, 02:51 WIB
Hugh Jackman Bintangi The Sheep Detectives, Tayang di Bioskop Indonesia 15 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 02:40 WIB






