Balita dan Pelajar Jadi Prioritas Awal

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pencairan tahap awal tahun 2026 didominasi oleh penerima dengan komponen balita dan anak sekolah.

Untuk kategori balita, bantuan yang masuk tercatat mencapai Rp750.000 per tahap. Sementara anak sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA menerima dana sekitar Rp250.000 hingga Rp500.000 per komponen.

Selain itu, di beberapa daerah mulai terdeteksi pencairan untuk kategori lansia dan penyandang disabilitas dengan nominal sekitar Rp600.000.

Bagi penerima yang memiliki komponen balita namun saldo belum bertambah, disarankan tetap tenang dan memastikan status kepesertaan masih aktif untuk periode Januari hingga Maret 2026.

Imbauan Penggunaan Dana dan Kondisi Bank BNI

Bagi penerima yang sudah mencairkan bantuan, pemerintah mengingatkan agar dana bansos dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bantuan sosial tidak diperbolehkan digunakan untuk membeli rokok, minuman keras, narkoba, maupun barang terlarang lainnya.

Hingga saat ini, penyaluran melalui Bank BNI belum terpantau berlangsung secara luas. Penerima KKS BNI diminta tidak panik dan tidak terlalu sering mengecek saldo di ATM untuk menghindari risiko kerusakan kartu.

Tips Aman Mengecek Saldo Bansos

Penerima disarankan memanfaatkan aplikasi mobile banking seperti BRImo atau Livin’ by Mandiri agar tidak perlu mengantre di ATM.

Selain itu, pastikan untuk tidak membagikan PIN KKS kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dapat mempercepat pencairan bantuan.

Simpan bukti transaksi setiap kali melakukan penarikan sebagai arsip pribadi, terutama jika terdapat perbedaan antara saldo dan uang yang diterima.

Secara umum, bansos PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 telah mulai cair melalui KKS Bank BRI dan Bank Mandiri di sejumlah wilayah, dengan penyaluran yang masih terus berjalan secara bertahap.