NASA sebelumnya menyesuaikan jadwal peluncuran dari 6 Februari menjadi 8 Februari 2026 akibat kondisi cuaca dingin ekstrem di Cape Canaveral, Florida. Penjadwalan ulang juga dilakukan pada latihan pengisian bahan bakar roket untuk memberi waktu tambahan bagi tim teknis.

Apabila peluncuran utama tidak dapat dilakukan sesuai rencana, NASA telah menyiapkan jendela peluncuran cadangan pada 10 dan 11 Februari 2026.

Berbeda dengan misi Apollo yang mendaratkan astronaut di permukaan Bulan, Artemis II dirancang sebagai penerbangan mengelilingi Bulan tanpa pendaratan. Wahana akan menggunakan lintasan free-return trajectory yang memungkinkan kembali ke Bumi dengan memanfaatkan gravitasi Bulan.

Dalam skema tersebut, perjalanan dari Bumi menuju Bulan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hari. Kru akan menghabiskan kurang lebih satu hari di sekitar Bulan untuk melakukan pengamatan dan dokumentasi, termasuk sisi jauh Bulan yang tidak terlihat dari Bumi.

Saat kembali ke Bumi, kapsul Orion diproyeksikan memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 40.000 kilometer per jam. Fase ini menjadi salah satu uji terberat bagi sistem perlindungan panas wahana tersebut.

Sejak Apollo 17 menutup era pendaratan manusia di Bulan pada 1972, belum ada lagi misi berawak yang melampaui orbit rendah Bumi. Artemis II kini menjadi penanda dimulainya kembali eksplorasi manusia ke ruang angkasa dalam.

Melalui program Artemis, NASA menargetkan kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan. Misi ini juga diposisikan sebagai fondasi strategis untuk mempersiapkan ekspedisi manusia ke Mars di masa mendatang.