Kabar menggembirakan datang bagi jutaan keluarga penerima bantuan sosial. Memasuki awal Februari 2026, pencairan bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai mulai terpantau di sejumlah daerah.

Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat melaporkan dana bantuan telah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera, terutama bagi penerima yang menggunakan layanan Bank Syariah Indonesia.

Meski belum diumumkan secara serentak, tanda-tanda pencairan ini mengindikasikan dimulainya penyaluran tahap pertama bansos tahun anggaran 2026.

Pencairan Awal Terpantau di Wilayah Aceh

Laporan pencairan mulai ramai muncul sejak Kamis, 5 Februari 2026. Beberapa KPM mengaku mendapati saldo bantuan telah tersedia saat melakukan pengecekan.

Pencairan tersebut mengejutkan sebagian penerima karena terjadi sebelum adanya pengumuman resmi berskala nasional.

Berdasarkan laporan lapangan, penyaluran awal banyak terpantau di wilayah Provinsi Aceh, khususnya bagi pemegang KKS Bank BSI.

Pengecekan saldo dapat dilakukan melalui mesin ATM, perangkat EDC, maupun aplikasi mobile banking yang tersedia.

Nominal Bantuan Menyesuaikan Komponen

Dari hasil pengecekan saldo, terdapat variasi nominal bantuan yang diterima KPM sesuai komponen kepesertaan masing-masing.

  • Bantuan BPNT sebesar Rp600.000.
  • Gabungan PKH untuk anak balita dan anak sekolah dasar sebesar Rp975.000.
  • Gabungan beberapa komponen PKH mencapai Rp1.350.000.
  • Dugaan gabungan PKH dan BPNT atau hasil validasi kategori tertentu sekitar Rp1.584.000.

Besaran dana tersebut menyesuaikan kondisi keluarga penerima, seperti keberadaan ibu hamil, balita, anak sekolah, lanjut usia, maupun penyandang disabilitas.

Laporan pencairan awal juga datang dari beberapa daerah di Aceh, di antaranya Aceh Tamiang dan Aceh Utara.

Meski demikian, penyaluran bantuan masih dilakukan secara bertahap dan belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Perubahan Status Kepesertaan KPM