Jadwal Bioskop Trans TV 4 - 11Januari 2026
- Rabu, 7 Januari 2026
Pukul 21.00 WIB
Pukul 23.00 WIB
- Kamis, 8 Januari 2026
Pukul 21.00 WIB
Pukul 23.00 WIB
- Jumat, 8 Januari 2026
Pukul 21.00 WIB
Pukul 23.00 WIB
- Sabtu, 3 Januari 2026
Pukul 21.00 WIB
Journey to the Center of the Earth (2008) – Brendan Fraser: Petualangan Ilmiah yang Menghidupkan Impian Jules Verne
Mengadaptasi novel klasik Jules Verne, Journey to the Center of the Earth membawa penonton dalam ekspedisi epik yang dipimpin oleh ilmuwan Trevor Anderson (Brendan Fraser). Dorongan untuk menemukan kebenaran di balik hilangnya saudara Trevor membawanya, keponakannya Sean, dan pemandu lokal Hannah ke dalam perut bumi—tempat di mana waktu, hukum fisika, dan evolusi seakan berjalan berbeda.
Film ini sukses menggabungkan unsur fiksi ilmiah, petualangan, dan keluarga. Visual yang memukau menghadirkan dunia bawah tanah yang penuh dengan makhluk purba, kristal raksasa, dan medan yang tak terduga. Namun, di balik semua itu, inti cerita tetap pada hubungan antara Trevor dan Sean—dua jiwa yang awalnya terpisah oleh kehilangan, namun disatukan oleh rasa ingin tahu dan keberanian.
Bagi pencinta eksplorasi ilmiah yang dikemas dengan drama emosional, film ini adalah perpaduan sempurna antara imajinasi dan rasa kemanusiaan.
Pukul 23.00 WIB
The Darkest Hour (2011) – Emile Hirsch: Perlawanan Muda di Tengah Invasi Alien
Moskow yang biasanya megah berubah menjadi medan perang ketika pasukan alien tiba-tiba menyerang Bumi melalui jaringan listrik global. Dalam kekacauan itu, lima anak muda—termasuk karakter utama Sean, diperankan oleh Emile Hirsch—terpaksa menjadi pelopor perlawanan.
The Darkest Hour tidak hanya mengandalkan efek khusus untuk menciptakan ketegangan, tetapi juga menggali dinamika kelompok dalam situasi ekstrem. Film ini menampilkan bagaimana ketakutan bisa memecah belah, namun juga menyatukan manusia ketika mereka kehilangan segalanya. Dengan latar kota yang runtuh dan teknologi yang lumpuh, para tokoh harus mengandalkan insting, kecerdasan, dan solidaritas.
Meski kurang dikenal dibanding film alien lainnya seperti Independence Day, The Darkest Hour menawarkan perspektif segar: bahwa harapan bisa muncul justru dari orang-orang biasa yang tak pernah bermimpi menjadi pahlawan.
- Minggu, 4 Januari 2026
Pukul 21.00 WIB
Greenland (2020) – Gerard Butler: Perlombaan Melawan Kiamat dan Ketidakadilan Sosial
Ketika asteroid raksasa mengancam menghancurkan Bumi, pemerintah global mulai memilih siapa yang layak diselamatkan—dan siapa yang harus ditinggalkan. Dalam krisis kemanusiaan itu, John Garrity (Gerard Butler), seorang insinyur biasa, menerima panggilan tak terduga: keluarganya termasuk di antara yang dipilih untuk dievakuasi ke bunker di Greenland.
Namun, perjalanan menuju keselamatan ternyata bukan jaminan. Film ini menggambarkan kepanikan massal, keruntuhan moral, dan ketimpangan sosial yang mengemuka saat akhir dunia tiba. Greenland mengupas tabir keputusan politik darurat, di mana akses ke penyelamatan menjadi komoditas langka—hanya untuk yang “pantas”, menurut kriteria elit.
Dengan akting meyakinkan dari Butler dan narasi yang penuh ketegangan, film ini tidak hanya tentang bertahan hidup, tapi juga tentang pertanyaan etis: dalam situasi terburuk, siapa yang berhak hidup?
Pukul 23.00 WIB
Songbird (2020) – Jenna Ortega: Pandemi, Penindasan, dan Perlawanan di Masa Depan
Berlatar tahun 2024, Songbird menggambarkan dunia yang masih terperangkap dalam cengkeraman pandemi global. Namun, virusnya bukanlah hal biasa—ini adalah mutasi yang mematikan, dan pemerintah telah menerapkan darurat militer penuh. Kota-kota dikunci, warga diawasi ketat, dan siapa pun yang terinfeksi langsung dideportasi ke kamp karantina.
Di tengah kekacauan ini, Nico (diperankan oleh aktor muda berbakat seperti Joe Keery dan Sofia Carson) dan Sara (Jenna Ortega) berusaha mempertahankan cinta dan kemanusiaan mereka. Ortega, yang kini dikenal luas lewat Wednesday, menunjukkan kedalaman emosional yang menawan bahkan dalam peran pendukung.
Yang menarik, Songbird dirilis di puncak pandemi nyata tahun 2020, sehingga film ini menjadi semacam cermin distopia dari realitas yang sedang dialami penonton. Tema pengawasan massal, ketidakadilan dalam penanganan krisis, dan kelompok vigilante yang mengambil hukum ke tangan sendiri semuanya terasa sangat relevan.
Update Terbaru
Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Lewat HP, Mudah dan Praktis
Selasa / 23-06-2026, 22:28 WIB
Garcelle Beauvais Berduka, Sang Kakak Carole Meninggal Dunia
Selasa / 23-06-2026, 22:23 WIB
Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Bantu PB IPSI Jaring Atlet Andal
Selasa / 23-06-2026, 22:23 WIB
Tiger Woods Tampil Perdana di PGA Usai Kecelakaan DUI dan Rehab
Selasa / 23-06-2026, 22:22 WIB
Dua Bebek Lagi Ditemukan Mati di Sekitar Reflecting Pool
Selasa / 23-06-2026, 22:21 WIB
Ayah Austin Metcalf Kecam Sunny Hostin dari 'The View' soal Kasus Karmelo Anthony
Selasa / 23-06-2026, 22:21 WIB
KDM Respons Penangkapan Taufik Penyekap Pacar 3 Tahun di Bandung
Selasa / 23-06-2026, 22:21 WIB
Maman Ungkap Bunga Kredit Ultra Mikro Dipangkas Jadi 8 Persen
Selasa / 23-06-2026, 22:21 WIB
LPSK Beri Perlindungan Darurat ke Korban Penyekapan Taufik di Bandung
Selasa / 23-06-2026, 22:21 WIB
Jadwal Siaran Langsung Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026
Selasa / 23-06-2026, 22:21 WIB
Oprah Ungkap Whitney Houston Jatuh di Panggung Saat Mabuk, Minta Penonton Diam
Selasa / 23-06-2026, 22:18 WIB
Emak-emak Meksiko Murka Suami Diculik, Balas Culik Ibu Bos Kartel
Selasa / 23-06-2026, 22:18 WIB
Messi Sudah 5 Gol, Ronaldo Bisa Apa di Portugal vs Uzbekistan?
Selasa / 23-06-2026, 22:18 WIB
Hasil AVC Cup: Farhan Halim Ganas, Indonesia Dramatis Kalahkan Thailand
Selasa / 23-06-2026, 22:14 WIB






