Misteri di Balik Penghancuran Rumah Nenek Elina di Surabaya: Siapa Sebenarnya Ketua Ormas Madas yang Viral?
Misteri di Balik Penghancuran Rumah Nenek Elina di Surabaya: Siapa Sebenarnya Ketua Ormas Madas yang Viral?
Nama Ormas Madas Surabaya tiba-tiba menjadi pusat perbincangan publik nasional setelah dikaitkan dengan kasus kontroversial penghancuran paksa rumah milik Nenek Elina Wijayanti, seorang lansia berusia 80 tahun yang tinggal di kawasan Surabaya. Insiden yang viral di media sosial itu bukan hanya mengundang simpati luas, tetapi juga memicu pertanyaan besar: siapa sebenarnya di balik Ormas Madas Surabaya? Dan apakah organisasi tersebut benar-benar terlibat dalam tindakan yang disebut "arogan" tersebut?
Kasus Nenek Elina: Ketika Rumah yang Ditempati Bertahun-tahun Dihancurkan dalam Sekejap
Kisah Nenek Elina mencuat setelah video insiden penghancuran rumahnya beredar luas di platform TikTok, khususnya melalui akun Cak Armuji (@cakj1), tokoh masyarakat Surabaya yang dikenal vokal dalam membela warga kecil. Dalam unggahannya, terlihat rumah sederhana milik Nenek Elina—tempat tinggalnya selama puluhan tahun—dihancurkan hingga rata dengan tanah oleh sekelompok orang yang mengaku memiliki hak atas properti tersebut.
Menurut keterangan dari pihak keluarga Nenek Elina, insiden ini bermula ketika seorang pria bernama Samuel mengklaim telah membeli rumah tersebut pada tahun 2014 dari seseorang bernama Tante Elisa. Namun, saat diminta menunjukkan dokumen resmi seperti akta jual beli atau surat kepemilikan sah, Samuel disebut belum mampu memberikan bukti konkret.
Yang lebih mengkhawatirkan, dalam video yang beredar, terlihat seorang pria berinisial Y yang mengenakan kaos bergambar logo Madas—sebuah organisasi masyarakat berbasis etnis Madura—tampak menyeret Nenek Elina keluar dari rumahnya sebelum bangunan itu dihancurkan.
Mengapa Ormas Madas Surabaya Jadi Sorotan Publik?
Insiden itu langsung memicu gelombang kritik di media sosial. Warganet mulai menggali identitas Ormas Madas, terutama sosok ketuanya, dengan pertanyaan: apakah organisasi ini memang terlibat dalam penggusuran paksa terhadap lansia tak berdaya?
Logo Madas yang tercetak jelas di kaos pelaku utama menjadi dasar kuat publik mengaitkan kasus ini dengan ormas tersebut. Dalam konteks sosial Indonesia, di mana ormas sering kali memiliki pengaruh kuat di tingkat akar rumput, keterlibatan mereka dalam kasus kekerasan atau intimidasi bisa memicu krisis kepercayaan publik.
Profil Ormas Madas: Bukan Sekadar Organisasi Biasa
Madas, yang merupakan kependekan dari Madura Asli Sedarah, adalah organisasi kemasyarakatan yang didirikan untuk mempersatukan warga keturunan Madura yang tinggal di luar Pulau Madura, termasuk di kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Organisasi ini hadir sebagai wadah silaturahmi, dukungan sosial, serta upaya melestarikan budaya dan identitas Madura di tengah arus urbanisasi.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Baihaki Akbar adalah pendiri ormas ini. Sementara itu, ketua umum Madas saat ini adalah Bung Taufik, sosok yang belakangan muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi terkait kasus Nenek Elina.
Klarifikasi Resmi dari Ketua Umum Madas: “Kami Tidak Terlibat!”
Tak tinggal diam dengan pemberitaan yang merugikan nama baik organisasinya, Bung Taufik langsung angkat suara. Melalui pernyataan resmi, ia tegas membantah keterlibatan Ormas Madas dalam insiden penghancuran rumah Nenek Elina.
“Kejadian ini bukan terjadi baru-baru ini, dan jauh sebelum saya menjabat sebagai ketua umum,” ujar Bung Taufik. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pria berinisial Y yang terlihat dalam video bukan anggota resmi Madas, dan tindakannya tidak mewakili kebijakan atau nilai-nilai organisasi.
“Itu tidak benar jika Ormas Madas yang melakukan tindakan arogansi,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa Madas selalu mengedepankan prinsip musyawarah, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Update Terbaru
Roblox Batasi Akses Fitur Chat demi Lindungi Pengguna Anak
Senin / 25-05-2026, 14:25 WIB
Toyota Luncurkan New GR Yaris dengan DNA Balap yang Lebih Kuat
Senin / 25-05-2026, 14:23 WIB
Polri Tetapkan Biaya Resmi Penerbitan SIM B pada 2026
Senin / 25-05-2026, 14:23 WIB
FOTO: Girang Miley Cyrus Raih Bintang Hollywood Walk of Fame
Senin / 25-05-2026, 14:18 WIB
Xiaomi Peringatkan Harga Ponsel Bakal Semakin Mahal
Senin / 25-05-2026, 14:18 WIB
Kematian Nate Jacobs Guncang Penonton Serial Euphoria
Senin / 25-05-2026, 14:18 WIB
Harry Kiss Siapkan Kurban Idul Adha Atas Nama Vidi Aldiano
Senin / 25-05-2026, 14:18 WIB
Bandai Namco Umumkan Yujiro Hanma Jadi Karakter DLC Tekken 8
Senin / 25-05-2026, 14:16 WIB
Google Resmi Ajukan Banding Atas Putusan Monopoli Mesin Pencari di AS
Senin / 25-05-2026, 14:13 WIB
Cara Transfer BRI ke SeaBank: Kode Bank 535 dan Biaya Admin
Senin / 25-05-2026, 14:13 WIB
Jean-Paul van Gastel Bawa PSIM Yogyakarta Tampil Kompetitif di Musim Perdana
Senin / 25-05-2026, 14:09 WIB
Xpeng Indonesia Ungkap Hambatan Peluncuran Mobil Terbang di Tanah Air
Senin / 25-05-2026, 14:08 WIB
15 HP Samsung Terbaru 2026 Mulai Rp1 Jutaan Hingga Midrange
Senin / 25-05-2026, 14:08 WIB
Realme C100i Resmi di Indonesia: Baterai 7000mAh dan Sertifikasi Militer
Senin / 25-05-2026, 14:08 WIB






