Tragedi Kebakaran Gedung Terra Drone di Cempaka Putih: 14 Tewas, Puluhan Lainnya Masih Terjebak dalam Api yang Mengamuk
Korban Diduga Pekerja dan Pengunjung Gedung
Gedung Terra Drone diketahui merupakan kantor perusahaan teknologi drone yang cukup dikenal di kalangan industri digital. Namun, gedung tersebut juga menyewakan sebagian ruangnya kepada penyewa lain, termasuk kantor kecil dan co-working space. Informasi awal menyebutkan bahwa korban kemungkinan besar terdiri dari karyawan, tamu kantor, dan pekerja harian yang sedang beraktivitas saat jam makan siang.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau kebocoran gas di area dapur bersama yang terletak di lantai dasar. Tim forensik kepolisian dan inspektur keselamatan bangunan telah dikerahkan untuk mengusut tuntas asal mula musibah ini.
Tanggapan Pemerintah dan Seruan untuk Evaluasi Keselamatan Bangunan
Musibah ini mendapat perhatian serius dari Gubernur DKI Jakarta. Dalam keterangannya, sang gubernur menyatakan dukacita mendalam kepada keluarga korban dan berjanji akan mengevaluasi secara menyeluruh standar keselamatan bangunan komersial di Jakarta, terutama yang berlokasi di kawasan padat penduduk.
“Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa kesiapsiagaan bencana dan infrastruktur evakuasi bukan sekadar formalitas, tapi nyawa yang dipertaruhkan,” tegasnya.
Sementara itu, warganet di media sosial ramai menyuarakan keprihatinan dan meminta transparansi penuh dalam proses investigasi. Tagar #PrayForTerraDrone sempat menjadi trending di platform media sosial Indonesia sepanjang siang hingga sore hari.
Korban Bertambah? Tim SAR Masih Berjuang di Tengah Runtuhan
Hingga pukul 18.00 WIB, petugas gabungan dari Damkar, Basarnas, dan kepolisian masih terus melakukan penyisiran. 14 jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tarakan, sementara puluhan orang lainnya masih dalam pencarian. Keluarga korban berkumpul di sekitar lokasi, menanti kabar dengan harapan dan kecemasan yang menyayat hati.
Salah seorang keluarga korban, Ibu Lina, menangis histeris saat ditanya apakah anaknya—seorang staf administrasi di lantai tiga—telah ditemukan. “Saya telepon terus, tapi enggak diangkat. Katanya terakhir terlihat di lantai empat… saya cuma bisa berdoa,” katanya sambil memeluk fotonya.
Update Terbaru
Collazo KO Valdez di Ronde Kedua, Rekor Tak Terkalahkan Terjaga
Minggu / 21-06-2026, 16:31 WIB
Dieng Caldera Race 2026 Diikuti 2.000 Peserta, Perputaran Uang Capai Rp20 Miliar
Minggu / 21-06-2026, 16:28 WIB
3 Sunscreen Murah di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Ramah Kantong
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Van Dijk Minta Belanda Fokus ke Laga Selanjutnya Usai Bantai Swedia
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Sanksi Berat untuk Marco Bezzecchi Usai Pukul Marshal di MotoGP Ceko 2026
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Australia Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5 yang Mematikan
Minggu / 21-06-2026, 16:24 WIB
Kemen PU Segera Bangun Saluran Air di Hulu Sungai Nokilalaki Sigi
Minggu / 21-06-2026, 16:24 WIB
APPMBGI Dukung Evaluasi dan Pembenahan Program MBG
Minggu / 21-06-2026, 16:21 WIB
Pelatih Spanyol Tegaskan Timnya Harus Kalahkan Arab Saudi
Minggu / 21-06-2026, 16:21 WIB
Studi Gottman: 73% Pasangan Jarang Diskusikan Kebutuhan Seksual
Minggu / 21-06-2026, 16:21 WIB
100 Ribu Pendaftar Lamar Pekerjaan Lewat Program Padat Karya DKI Jakarta
Minggu / 21-06-2026, 16:20 WIB
Pelatih Jepang Ungkap Kunci Kemenangan 4-0 atas Tunisia di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 16:20 WIB
BPS Sasar Influencer dan Pelaku Usaha Digital dalam Sensus Ekonomi 2026
Minggu / 21-06-2026, 16:20 WIB
Marco Bezzecchi Minta Maaf ke Marshal Usai Skors Balapan MotoGP Ceko 2026
Minggu / 21-06-2026, 16:20 WIB






