Apa Arti Kreak? Istilah yang Viral di Semarang Usai Maraknya Aksi Kejahatan yang Buat Wisatawan Kabur Hingga Pariwisata dan UMKM Sepi Peminat
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan "kreak"?
Sebuah akun TikTok bernama @berita.netizen62 turut memperkeruh rasa penasaran warganet dengan membagikan video beberapa pemuda yang ia sebut sebagai "kreak." Dalam video tersebut, terlihat sekelompok remaja yang sedang melakukan tindakan yang dianggap meresahkan. "KREAK SEMARANG KEGREBEG," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.
Kolom komentar video itu pun dipenuhi oleh warganet yang mempertanyakan arti istilah "kreak." Salah satu komentar yang mendapat banyak perhatian datang dari akun TikTok @Indah, yang menulis, "Maaf, kreak itu apa ya kalau boleh tahu?" Pertanyaan serupa juga dilontarkan oleh akun lain, @kiki, yang penasaran dengan makna istilah tersebut.
Tak lama kemudian, sebuah akun TikTok bernama @rarah_86 memberikan klarifikasi mengenai arti istilah "kreak" dalam sebuah komentar pada 27 September 2024. Menurut akun tersebut, "kreak" merupakan singkatan dari kata "kere" dan "mayak." Dalam Bahasa Jawa, "kere" berarti miskin, sementara "mayak" mengacu pada seseorang yang suka bertingkah atau berbuat ulah.
Dengan demikian, "kreak" diartikan sebagai kelompok remaja yang dianggap meresahkan, sering kali berhubungan dengan tindakan kriminal atau perilaku yang mengganggu ketertiban umum di Semarang. Fenomena ini di beberapa kesempatan juga disebut-sebut mirip dengan istilah "klithih," yang dikenal di Yogyakarta sebagai bentuk kejahatan jalanan yang dilakukan oleh remaja.
Munculnya istilah "kreak" di Semarang menandakan adanya pergeseran dalam pola kejahatan remaja yang perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat dan aparat keamanan. Istilah ini bukan hanya sekadar label, melainkan mencerminkan dinamika sosial yang melibatkan anak-anak muda dalam situasi yang penuh dengan risiko.
Di balik viralnya istilah ini, ada kekhawatiran mendalam terkait masa depan generasi muda yang terjerumus dalam aksi-aksi kriminal. Oleh karena itu, upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dengan menerapkan jam malam diharapkan bisa mengurangi angka kejahatan yang melibatkan remaja.
Update Terbaru
PGN Luncurkan Program TAMASYA untuk Anak Usia Dini di Batam
Rabu / 17-06-2026, 22:55 WIB
Alex Marquez Jalani Operasi Sukses Usai Kecelakaan Horor di Catalunya
Rabu / 17-06-2026, 22:55 WIB
Shopee Indonesia Gelar Workshop Penulisan dan Perlindungan Hak Cipta untuk Penulis Muda
Rabu / 17-06-2026, 22:55 WIB
Kemensos Ubah Jadwal Seleksi PPPK Guru dan Tenaga Kependidikan 2026
Rabu / 17-06-2026, 22:52 WIB
Johann Zarco Alami Cedera Ligamen Lutut dan Retak Tulang Fibula Usai Kecelakaan MotoGP Catalunya
Rabu / 17-06-2026, 22:52 WIB
PSSI Proses Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Target 50 Besar FIFA
Rabu / 17-06-2026, 22:50 WIB
Shopee Indonesia dan FLP Gelar Workshop Penulisan untuk 100 Penulis Muda
Rabu / 17-06-2026, 22:50 WIB
Slate EV Pickup: Murah, Tanpa Cat, Pembeli Disuruh Bungkus Sendiri
Rabu / 17-06-2026, 22:48 WIB
Kementerian ESDM Minta GAIKINDO Segera Uji Jalan Bioetanol E20
Rabu / 17-06-2026, 22:48 WIB
Messi Lolos Kartu Usai Tekel Horor Lawan Aljazair, Kontroversi Mewarnai Laga
Rabu / 17-06-2026, 22:44 WIB
BSI Salurkan Pembiayaan Kendaraan Rp6,62 Triliun hingga April 2026
Rabu / 17-06-2026, 22:44 WIB
Jeff Bezos Prediksi AI Justru Picu Kekurangan Tenaga Kerja
Rabu / 17-06-2026, 22:44 WIB
RMI dan SAKA PBNU Gelar Pelatihan Musyrif-Musyrifah Cegah Kekerasan di Pesantren
Rabu / 17-06-2026, 22:44 WIB
Pertamina Hulu Kalimantan Timur Tambah Produksi Minyak di Lapangan Sejadi
Rabu / 17-06-2026, 22:44 WIB






