Ketika pesawat mulai tergelincir menuju lautan dengan kecepatan mencapai 11.000 kaki per menit, kebingungan dan kepanikan merajalela di kokpit.

Baca juga: Sinopsis dan Jam Tayang Parineetii Hari ini 25 April 2024: Hubungan Rajeev dan Pari Mulai Renggang Akibat Kedatangan Neeti

Baca juga: Dibuka Kapan Prakerja Gelombang 67? Catat Tanggal dan Waktunya, Jangan Lewatkan Rp 600 Ribu per Bulan di TF langsung ke DANA dari Pemerintah!

Pilot, dalam situasi tekanan yang luar biasa, salah membaca kecepatan udara, menyebabkan reaksi yang fatal.

Alih-alih menstabilkan pesawat dengan menurunkan hidungnya, ia secara keliru memiringkan hidung pesawat ke atas, memperburuk situasi yang sudah mencekam.

Dari tragedi ini, kita belajar bahwa bahkan teknologi penerbangan canggih sekalipun tidak kebal terhadap faktor alam yang tak terduga.

Kita juga diingatkan akan pentingnya pelatihan yang tepat bagi para pilot dalam menghadapi situasi darurat yang mematikan.

***