>>> Ikan Sidat Asal Indonesia Ternyata Punya Omega-3 Tertinggi di Dunia, Kalahkan Salmon

Setelah jerawat mereda, kulit sering meninggalkan noda gelap yang disebut post-inflammatory hyperpigmentation, lebih sering terjadi pada kulit sawo matang hingga gelap.

Keempat, faktor usia dan genetika berperan; seiring bertambahnya usia, produksi kolagen menurun dan kulit lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

Faktor keturunan juga membuat beberapa orang secara genetik lebih mudah mengalami hiperpigmentasi.

Kelima, penggunaan produk yang tidak cocok, seperti kosmetik atau skincare yang mengandung bahan iritan, serta kebiasaan memencet jerawat, dapat memperburuk kondisi kulit dan memicu flek.

Cara Mengatasi Flek Hitam di Wajah

Untuk mengatasi flek hitam, langkah pertama yang penting adalah menggunakan tabir surya setiap hari dengan SPF minimal 30, bahkan saat di dalam ruangan.

Sinar UV dapat menembus kaca dan memperparah hiperpigmentasi.

Selain itu, gunakan produk skincare yang mengandung bahan aktif seperti vitamin C, niacinamide, asam kojat, atau retinol yang membantu mencerahkan kulit dan menghambat produksi melanin berlebih.

Penerapan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan kaya antioksidan, cukup tidur, dan hindari stres, juga mendukung regenerasi kulit.

Jika flek hitam tidak kunjung membaik setelah perawatan mandiri, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.

Dokter dapat memberikan perawatan medis profesional seperti chemical peeling, laser, atau terapi topikal dengan resep khusus.

>>> Solusi Anti Pegal Saat Macet Pakai Fitur Canggih Daihatsu Rocky Hybrid

Dengan penanganan yang tepat, flek hitam dapat memudar dan kulit wajah kembali cerah merata.