Penghormatan terhadap rekan sejawat, terlebih yang berstatus sebagai kepala daerah perempuan, adalah bentuk dasar dari profesionalisme. Humor di ruang publik, apalagi yang melibatkan relasi kuasa dan gender, harus ditempatkan pada proporsinya. Apa yang mungkin dianggap lucu oleh satu pihak, bisa jadi merupakan bentuk mikroagresi yang melukai pihak lain.
 
Penutup: Momentum Evaluasi Diri
 
Ke depan, insiden ini seharusnya menjadi momentum evaluasi diri yang serius, tidak hanya bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi lembaga DPR RI secara keseluruhan. Kepercayaan publik adalah modal utama dalam demokrasi, dan modal tersebut sangat mudah terkikis oleh pola komunikasi yang berulang kali dianggap tidak pantas.
 
Masyarakat kini semakin cerdas dan kritis. Mereka tidak hanya menilai pejabat dari kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga dari bagaimana cara mereka berbicara, bersikap, dan menghormati sesama. Jika candaan yang "keblinger" terus dibiarkan, bukan tidak mungkin hal ini akan semakin menggerus kredibilitas dan kepercayaan rakyat yang telah diberikan kepada para wakilnya di Senayan.