Rosan menjelaskan, inisiatif ini menghubungkan investasi, manufaktur, logistik, pengembangan keterampilan, dan akses pasar di kedua negara, sehingga memudahkan perusahaan dari berbagai skala untuk berpartisipasi dalam rantai nilai regional.

Kecerdasan buatan (AI) menciptakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pusat data, infrastruktur cloud, elektronik canggih, dan pasokan listrik yang andal.

Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk berpartisipasi dalam transformasi ini karena menggabungkan pasar digital yang besar, potensi energi terbarukan yang melimpah, kawasan industri yang kompetitif, dan lokasi strategis di jantung ASEAN.

Rosan menyambut investor China untuk berpartisipasi dalam transisi digital Indonesia dan pengembangan industri AI.

Sejak berlaku bagi Indonesia pada 2023, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) telah memperkuat integrasi regional melalui peningkatan akses pasar, prosedur kepabeanan yang disederhanakan, dan aturan asal yang seragam.

Hal itu meningkatkan konektivitas rantai pasok dan menarik perusahaan Indonesia ke dalam rantai nilai regional.

Rosan menilai ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade yang ditandatangani pada Oktober 2025 sebagai langkah alami berikutnya.

"Ini memperdalam kerja sama ASEAN-China di bidang-bidang yang akan menentukan dekade mendatang—ekonomi digital, ekonomi hijau, ketahanan rantai pasok, standar, dan usaha kecil menengah," katanya.

>>> Baru Gabung Setengah Musim, Persija Justru Lepas Cyrus Margono

"Bagi Indonesia, ini adalah peluang untuk menarik investasi berkualitas, meningkatkan daya saing industri, dan mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Rosan.