Yak sendiri terkenal berkembang biak dengan sangat lambat. Seekor yak betina hanya mampu melahirkan 4-5 anak sepanjang hidupnya.

Selain keuntungan ekonomi, mereka juga berharap dapat menerapkan teknologi itu untuk konservasi yak liar yang lebih langka.

Para peneliti memulai upaya ini pada 2025 lalu. Mereka mengambil sampel sel dari yak liar yang telah mati dan mentransplantasikan embrio klon ke induk pengganti.

Pada April lalu, stasiun televisi pemerintah CCTV melaporkan bahwa para peneliti telah menciptakan lebih dari 200 embrio yak liar hasil kloning.

Hanya saja, informasi proyek ini hampir sama langkanya dengan yak itu sendiri. Para peneliti hingga saat ini belum mengumumkan keberhasilan kelahiran yak liar hasil kloning.

>>> Son Dong Pyo Tinggalkan DSP Media Setelah Kontrak Berakhir Agustus 2026

Tak jelas apa yang terjadi pada embrio yang telah ditransplantasikan pada induk pengganti itu.