Kolaborasi yang terjalin secara optimal menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan," katanya.

Rizal menambahkan peningkatan pengadaan beras akan berdampak langsung terhadap penguatan Cadangan Beras Pemerintah. Ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu instrumen utama dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Meski target pengadaan hampir tercapai, Bulog memastikan penyerapan gabah dan beras petani tidak akan dihentikan. Langkah tersebut dilakukan sesuai penugasan pemerintah dan kapasitas penyimpanan yang tersedia.

"Komitmen Bulog adalah terus hadir untuk petani.

Setelah target tercapai pun kami akan tetap menyerap hasil panen dalam negeri semaksimal mungkin sesuai penugasan pemerintah dan kapasitas yang tersedia," jelas Rizal.

Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk menjaga harga gabah tetap menguntungkan di tingkat petani.

Di sisi lain, langkah itu juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperbesar Cadangan Beras Pemerintah.

Ke depan, Bulog akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses penyerapan hasil panen berjalan optimal.

Rizal menegaskan kolaborasi yang terjalin menjadi kunci dalam mempertahankan swasembada pangan nasional.

>>> Presiden Argentina Murka Timnas Didesak Dilarang dari Piala Dunia

"Dengan dukungan seluruh elemen bangsa, Bulog optimistis swasembada pangan berkelanjutan dapat terus dipertahankan sebagai fondasi menuju Indonesia yang semakin mandiri, tangguh, dan berdaulat di bidang pangan," tutupnya.