Viral! Akun Instagram @entourage.bali Diduga Gelar Event Lari Khusus Turis Asing dan Larang WNI Ikut, Netizen Geram
Ukuran Teks
"Ini terjadi di Bali, di tanah kita sendiri. Bagaimana mungkin warga lokal justru tidak boleh ikut acara yang diadakan di jalan umum?" tulis salah satu pengguna media sosial yang unggahannya mendapat ribuan likes.
2. Kecaman terhadap Sikap Eksklusivitas Berlebihan
Sebagian warganet menilai bahwa sikap eksklusivitas yang dipraktikkan oleh komunitas ini merupakan bentuk arogansi yang tidak pada tempatnya. Meskipun setiap komunitas memiliki hak untuk menentukan keanggotaannya, penerapan kebijakan yang secara sistematis mengecualikan warga lokal dari kegiatan di ruang publik dianggap telah melampaui batas kewajaran.
3. Seruan untuk Boikot dan Pelaporan ke Pihak Berwajib
Tidak sedikit pula warganet yang menyerukan aksi boikot terhadap akun dan komunitas tersebut. Beberapa bahkan mendorong agar kasus ini dilaporkan kepada pihak kepolisian atau dinas terkait, dengan dugaan adanya praktik diskriminatif yang melanggar prinsip kesetaraan dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
4. Perbandingan dengan Perlakuan WNI di Luar Negeri
Sebuah narasi yang juga muncul adalah perbandingan dengan bagaimana warga negara Indonesia diperlakukan di luar negeri. Beberapa warganet menyindir bahwa jika situasi ini dibalik — di mana orang Indonesia membuat acara di negara asing dan melarang warga lokal setempat untuk ikut — maka hal tersebut pasti akan dianggap sebagai tindakan rasis dan diskriminatif.
Tinjauan Hukum: Apakah Penyelenggara Melanggar Aturan?
Dari perspektif hukum, kasus ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Indonesia memiliki sejumlah regulasi yang melindungi warga negaranya dari tindakan diskriminatif. Berikut beberapa aspek hukum yang relevan:
Undang-Undang Dasar 1945
Pasal 28I ayat (2) UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. Jika terbukti bahwa penolakan peserta didasarkan pada kewarganegaraan, maka tindakan tersebut berpotensi bertentangan dengan konstitusi.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Google Perluas Akses AI Agent Selalu Aktif, Tapi Tidak Murah
Jumat / 24-07-2026, 14:09 WIB
Cara Efektif Kemensos Jalankan 3 Instruksi Presiden Tahun 2026 demi Perbaikan Bansos
Jumat / 24-07-2026, 14:01 WIB
Lirik Jennie Less than a Lover Resmi Rilis Hari Ini! Simak Makna Mendalam dan Full Lirik di Sini
Jumat / 24-07-2026, 13:57 WIB
Zulhas: Pengelolaan Kopdes Diserahkan ke Desa Setelah Dua Tahun
Jumat / 24-07-2026, 13:50 WIB
Said Abdullah: RedTalks Wadah Dengar Aspirasi Anak Muda
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
China Open 2026: Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Kota di Swiss Wajibkan Pemilik Anjing Bersihkan Air Kencing Hewan
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Baru Dilantik, Bos BGN Sidak Perdana ke Dapur MBG Jam 2 Pagi
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Siapa Sukma Ningrum? Seleb TikTok yang Viral di Threads Diduga Membandingkan Bandung dengan Pasuruan
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
10 Ciri-ciri Orang yang Sulit Menerima Kritik, Jangan Sampai Begini
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Federasi Korea Hukum Shin Tae Yong 10 Tahun
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB







