Viral! Akun Instagram @entourage.bali Diduga Gelar Event Lari Khusus Turis Asing dan Larang WNI Ikut, Netizen Geram
Ukuran Teks
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dan testimoni warganet, berikut adalah kronologi kejadian yang dilaporkan:
Pertama, akun @entourage.bali diketahui mempromosikan sebuah acara lari komunitas (community run atau running club) yang diadakan di kawasan populer di Bali. Acara tersebut dipromosikan melalui media sosial dengan visual yang menarik dan bernuansa eksklusif.
Kedua, sejumlah warga negara Indonesia yang tertarik untuk mengikuti acara tersebut mencoba melakukan pendaftaran melalui mekanisme yang disediakan oleh penyelenggara. Namun, alih-alih mendapatkan konfirmasi partisipasi, mereka justru menerima penolakan atau tidak mendapat respons yang jelas.
Ketiga, alasan penolakan yang diberikan bervariasi. Ada yang menyebut bahwa acara tersebut sudah penuh, ada pula yang menyatakan bahwa kegiatan itu memang dirancang untuk lingkaran pertemanan tertentu (private circle). Beberapa warganet bahkan melaporkan bahwa mereka secara eksplisit diberitahu bahwa acara tersebut tidak mengakomodasi peserta dari kalangan warga lokal.
Keempat, ketika para pelapor mencoba mempertanyakan dasar penolakan tersebut, mereka tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari pihak penyelenggara. Hal inilah yang kemudian memicu rasa tidak adil dan mendorong mereka untuk menyebarkan pengalaman tersebut ke media sosial.
Reaksi Keras Warganet: Diskriminasi di Tanah Sendiri
Tak pelak, gelombang kritik langsung mengalir deras dari berbagai penjuru. Warganet Indonesia secara kompak menyuarakan kekecewaan dan kemarahan mereka atas dugaan diskriminasi yang terjadi di tanah air mereka sendiri. Berikut beberapa bentuk reaksi yang mendominasi ruang publik digital:
1. Pertanyaan soal Etika dan Keadilan
Banyak warganet yang mempertanyakan etika penyelenggaraan kegiatan komunitas di ruang publik Indonesia. Mereka berargumen bahwa jika sebuah acara diadakan di wilayah publik — seperti jalanan, taman, atau pantai yang merupakan aset bersama — maka seharusnya acara tersebut terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang kewarganegaraan.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Cara Efektif Kemensos Jalankan 3 Instruksi Presiden Tahun 2026 demi Perbaikan Bansos
Jumat / 24-07-2026, 14:01 WIB
Lirik Jennie Less than a Lover Resmi Rilis Hari Ini! Simak Makna Mendalam dan Full Lirik di Sini
Jumat / 24-07-2026, 13:57 WIB
Zulhas: Pengelolaan Kopdes Diserahkan ke Desa Setelah Dua Tahun
Jumat / 24-07-2026, 13:50 WIB
Said Abdullah: RedTalks Wadah Dengar Aspirasi Anak Muda
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
China Open 2026: Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Kota di Swiss Wajibkan Pemilik Anjing Bersihkan Air Kencing Hewan
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Baru Dilantik, Bos BGN Sidak Perdana ke Dapur MBG Jam 2 Pagi
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Siapa Sukma Ningrum? Seleb TikTok yang Viral di Threads Diduga Membandingkan Bandung dengan Pasuruan
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
10 Ciri-ciri Orang yang Sulit Menerima Kritik, Jangan Sampai Begini
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Federasi Korea Hukum Shin Tae Yong 10 Tahun
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Honda Resmikan Dua Dealer Baru di Sulawesi Selatan
Jumat / 24-07-2026, 13:43 WIB







