Selain faktor iklim, penelitian ini menemukan bahwa aktivitas manusia semakin berpengaruh setelah 1984. Penggunaan air untuk operasional PLTA disebut memberikan dampak lebih besar dibandingkan kebutuhan domestik masyarakat.

Tim peneliti juga mencatat perubahan tata guna lahan di kawasan tangkapan air.

Berdasarkan analisis citra satelit, luas hutan alami di sekitar Danau Toba berkurang sekitar 29 persen sepanjang 1988 hingga 2020.

Di sisi lain, luas hutan tanaman, permukiman, dan lahan pertanian justru meningkat.

Menurut Hendri, berkurangnya tutupan hutan alami diperkirakan mengurangi kemampuan kawasan menyerap dan menyimpan air hujan. Hal ini memengaruhi fluktuasi muka air danau.

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga keberlanjutan Danau Toba tidak cukup hanya berfokus pada adaptasi terhadap perubahan iklim.

>>> 3 Sepeda Gunung Murah Rp1 Jutaan dengan Spek Menarik

Pengelolaan tata guna lahan serta pemanfaatan sumber daya air perlu dilakukan secara lebih berkelanjutan agar fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial Danau Toba tetap terjaga.