Hadis ini menjadi landasan utama mengapa tema khutbah Jumat 24 Juli 2026 ini sangat krusial untuk disampaikan. Kesialan bukanlah entitas yang berdiri sendiri atau terikat pada nama bulan, melainkan murni akibat dari perbuatan dan dosa manusia itu sendiri.
 

 

Teks Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar Bukan Bulan Sial

Berikut ini adalah teks khutbah Jumat lengkap yang dapat dijadikan referensi bagi para khatib. Teks ini disusun dengan bahasa yang lugas, menyentuh hati, dan mudah dipahami oleh berbagai lapisan jemaah.
 

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ.
 
أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ.
 
أَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
 
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
 
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt. melalui ucapan “alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin”. Mari senantiasa kita ucapkan sebagai bentuk terima kasih yang tak terhingga kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan. Khususnya, nikmat iman, islam, dan kesehatan sehingga kita bisa terus konsisten menunaikan ibadah serta kewajiban kita.
 
Semoga ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah Swt. Semoga kelak kita digolongkan sebagai hamba-hamba-Nya yang taat dan dikumpulkan ke dalam surga-Nya yang penuh nikmat. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.
 
Selawat serta salam mari kita haturkan kepada junjungan kita semua, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang telah mengeluarkan kita dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam yang terang benderang. Semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada keluarganya, para sahabatnya, dan kita semua selaku umatnya hingga akhir zaman.
 
Tak lupa, mari kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan sebenar-benar takwa. Yaitu takwa yang mendorong kita untuk senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, termasuk menjauhi sifat pesimis dan percaya pada tahayul.
 
Jemaah salat jumat yang dirahmati Allah,
 
Hari ini kita masih berada di bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharram. Di tengah masyarakat, masih terdapat keyakinan keliru bahwa bulan ini adalah bulan sial, penuh musibah, dan membuat kita harus senantiasa waspada berlebihan.
 
Tak ayal, sebagian orang mengaitkan bulan Safar dengan datangnya bala, penyakit, serta kesusahan. Bahkan, tak sedikit yang menghindari pernikahan, perjalanan jauh, atau memulai usaha baru di bulan ini sebab takut terkena sial.
 
Namun, keyakinan semacam itulah yang harus senantiasa kita hindari dan kita basmi dari pikiran kita. Sebab pada dasarnya, semua waktu adalah ciptaan Allah. Allah tidak menciptakan satu waktu pun yang secara mutlak membawa keburukan. Waktu hanyalah wadah, sedangkan isinya bergantung pada apa yang kita perbuat di dalamnya.
 
Rasulullah saw. bersabda: