Jalur yang dilalui pengunjung juga perlu aman dan relatif landai agar peserta terapi dapat menikmati suasana hutan tanpa khawatir terhadap risiko di medan.

"Seluruh panca indera harus dapat menyatu dengan alam. Jika tingkat kebisingan terlalu tinggi, proses relaksasi tidak akan berjalan optimal," ujarnya.

Berpotensi Memberi Manfaat Ekonomi

Siti menilai pemanfaatan hutan sebagai lokasi terapi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat mendorong upaya konservasi dan membuka peluang ekonomi baru.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan hutan secara berkelanjutan, semakin besar pula dorongan untuk menjaga kawasan hutan dari alih fungsi.

Pengelolaan hutan yang baik juga berkontribusi terhadap penyerapan karbon, penyediaan udara bersih, dan perlindungan habitat flora serta fauna.

Di sisi lain, konsep healing forest juga dinilai dapat menciptakan lapangan kerja, mulai dari pemandu terapi hutan bersertifikat, pengelola fasilitas, penyedia kuliner lokal, hingga pemandu trekking.

>>> Selisih Umur Nathalie Holscher dan Arief Fadli Berapa? Berikut Profil Mantan Istri Komedian Sule yang Telah Resmi Menikah Kembali

Salah satu contoh yang telah menerapkan konsep ini adalah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang menawarkan paket wisata healing forest dengan jalur khusus, aktivitas terapi alam, dan pendampingan pemandu.