>>> Kindle Paperwhite Signature Edition Turun Harga ke Level Terendah

"Di tengah perkembangan ekonomi kreatif yang terus bertumbuh, industri hospitality, makanan dan minuman memiliki peran penting dalam mendorong inovasi, membuka peluang usaha dan menciptakan nilai tambah," kata Teuku Riefky.

Ekosistem Bisnis dan Program Bisnis

Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia Meysia Stephanie mengatakan pelaku industri kini membutuhkan lebih dari sekadar ruang pamer.

FHI diarahkan menjadi ekosistem bisnis yang mempertemukan inovasi, investasi, dan kolaborasi internasional.

Pameran yang berlangsung hingga 24 Juli 2026 itu diikuti lebih dari 500 perusahaan dari 32 negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Italia, Swiss, Turki, Uni Emirat Arab, dan Brasil.

FHI 2026 juga digelar bersamaan dengan Hotelex Indonesia, Fine Furniture & Deco Asia (FFDA), serta ProPak Indonesia.

Selain menampilkan ribuan produk dan teknologi terbaru, FHI 2026 menggelar Business Matching Programme yang ditargetkan menghasilkan lebih dari 2.000 pertemuan bisnis antara peserta pameran dengan calon pembeli dari dalam dan luar negeri.

Berbagai seminar, workshop, hingga kompetisi internasional seperti Tea Masters Cup, World Fashion Drinks Competition Indonesia Division, Indonesia Barista Championship, dan Wine Masterclass juga disiapkan.

Meysia optimistis tren peningkatan daya beli masyarakat dan investasi akan memperkuat peran FHI sebagai katalis pertumbuhan industri makanan, minuman, dan hospitality nasional.

>>> Polisi di Long Branch Ditikam di Kepala Saat Tangani KDRT

"Dengan pertumbuhan daya beli masyarakat, meningkatnya investasi, serta prospek industri yang terus menguat, kami optimistis FHI 2026 tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga menjadi katalis lahirnya inovasi, investasi, dan kemitraan strategis," tutup Meysia.