"Selain tidak ada iklan judi, tidak ada iklan pornografi, kontennya juga bagus secara kualitas, juga tidak akan ada virus.

Nah, yang bajakan-bajakan sudah ada iklan judi, pornografi, ada virusnya. Jadi rusaknya itu banyak sekali Bu," kata Fauzan.

Fauzan menegaskan perlindungan anak dari paparan konten tidak sesuai usia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga orang tua.

"Nah ini mesti diperhatikan karena ini tugas kita sebagai orang tua, bukan tugas pemerintah. Kita yang ada di lembaga-lembaga membantu sosialisasikan bahwa tonton sesuai umur, tonton yang legal."

>>> Kim Mu-yeol dan Sutradara Bocorkan Ide untuk Teach You a Lesson 2

Dalam kesempatan tersebut, LSF mengungkapkan hanya 46 persen anak Indonesia yang menonton film dan konten media sesuai batas usia yang ditetapkan.