Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) semakin mantap menghadapi persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik yang bermula dari tudingan ijazah palsu.

Selain membawa seluruh dokumen pendidikan asli, Jokowi kini mendapat tambahan dukungan dari teman-teman satu angkatannya di Universitas Gadjah Mada (UGM).

>>> 4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan

Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, mengatakan kliennya telah mempersiapkan diri menghadapi persidangan yang melibatkan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dan Roy Suryo.

"Pak Jokowi ini sudah lebih confident.

Sebelumnya sudah menyatakan beliau akan hadir dan membawa seluruh ijazahnya yang dimiliki," kata Rivai, Rabu (22/7/2026).

Jokowi juga telah mengumpulkan sejumlah rekan satu angkatannya sebagai bagian dari persiapan pembuktian di pengadilan.

Pertemuan tersebut tidak hanya untuk silaturahmi, tetapi juga membahas kesiapan para saksi yang nantinya dapat dipanggil oleh jaksa maupun pengadilan.

Kehadiran para saksi diharapkan dapat mengungkap fakta secara terang-benderang dan memulihkan nama baik berbagai pihak yang ikut terseret dalam polemik ijazah tersebut.

>>> PKH dan BPNT Triwulan III 2026 Mulai Cair, Begini Cara Cek Penerima dan Besaran Bantuan

"Tidak lain agar semua juga terang, agar bisa dipulihkannya nama baik UGM, KPU, KPUD," kata Rivai.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan telah mengumpulkan sejumlah teman kuliahnya untuk persiapan sidang. Setelah pertemuan, mereka makan siang bersama sebelum kembali beraktivitas.

Meski demikian, politikus itu tidak mengungkap identitas sembilan orang yang disiapkan sebagai saksi.

Jokowi memastikan akan bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung dan siap memenuhi panggilan pengadilan apabila diminta hadir oleh majelis hakim.

Sebagai bagian dari pembuktian, ia berencana membawa seluruh dokumen pendidikan asli miliknya, mulai dari ijazah SD, SMP, SMA, hingga ijazah S1 UGM.

>>> HUT Ke-81 Akan Berbeda, Prabowo Siapkan 'Element of Surprise' untuk Masyarakat Indonesia

Dengan tambahan dukungan saksi dari rekan-rekan kuliah serta kesiapan membawa dokumen asli, kubu mantan presiden optimistis persidangan akan menjadi momentum menjawab tudingan keaslian ijazah.