Perdebatan tentang apa yang membuat action RPG (ARPG) memuaskan terus berlanjut. Path of Exile co-creator Chris Wilson meyakini satu mekanik klasik Diablo 2 menjadi kunci loyalitas penggemar lama.

Menurut Wilson, daya tariknya terletak pada "breakpoint kecepatan yang arbitrer."

>>> Path of Exile: Developer Tolak Wacana Lewati Campaign di Setiap League

Mekanik ini mendorong pemain untuk mengoptimalkan build secara hati-hati, bukan sekadar menjadi lebih kuat dengan setiap peningkatan stat.

Wilson menyampaikan pandangannya dalam video YouTube yang membahas sistem progresi RPG. Ia menjelaskan bahwa Diablo 2 tidak meningkatkan kecepatan animasi secara mulus dan kontinu.

Peningkatan hanya terjadi setelah mencapai ambang batas tertentu.

"Ada sweet spot arbitrer untuk attack speed, cast speed, dan hit recovery yang ingin dicapai pemain, karena lompatan kecepatan animasi terjadi sekaligus," ujar Wilson.

Ia menambahkan bahwa desain ini mendorong pemain membuat grafik breakpoint terperinci dan mengoptimalkan karakter di sekitar nilai-nilai tersebut.

>>> Ghost Recon Wildlands Definitive Edition Bocor, Hadirkan 4K 60 FPS untuk PS5 dan Xbox Series X|S

"Banyak dari mereka sangat menikmatinya, dan itu menjadi bagian penting dari permainan," katanya.

Wilson menyarankan bahwa ARPG yang lebih baru sering menawarkan progresi yang lebih mulus dan intuitif. Namun, hal itu bisa menghilangkan sebagian perencanaan strategis yang dinikmati pemain hardcore.

Alih-alih menemukan ambang batas bermakna melalui eksperimen, sistem modern cenderung memberi imbalan yang sama untuk setiap peningkatan stat.

Menurut Wilson, ini membuat progresi karakter lebih mudah tetapi kurang menarik bagi penggemar teori dan optimasi.

Komentarnya menyoroti mengapa Diablo 2 terus memengaruhi ARPG modern seperti Path of Exile, bahkan puluhan tahun setelah dirilis.

>>> Produser GTA 5 Sebut GTA 6 Tak Akan Gunakan Konten yang Dipotong

Pengembang terus menyeimbangkan aksesibilitas bagi pendatang baru dengan sistem kompleks yang dihargai penggemar lama.