Saat ini kebutuhan biodiesel ditetapkan pada kisaran 16 juta hingga 18 juta kiloliter per tahun.

Ke depan, volume tersebut dimungkinkan berubah sesuai perkembangan konsumsi dan kemampuan produksi melalui revisi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM.

"Mungkin ke depan revisi volume dalam satu tahun itu bisa dilakukan. Jadi kita mulai pakai range seperti yang sekarang kita tetapkan 16-18 juta.

Nah ke depan mungkin 18 sampai sekian juta. Jadi ada range-nya," tutur Eniya.

ESDM juga akan memantau kemampuan penyaluran B50 oleh badan usaha di luar PT Pertamina (Persero).

Saat ini Pertamina menguasai sekitar 80 persen pangsa pasar distribusi BBM nasional sehingga implementasi B50 di badan usaha non-Pertamina menjadi perhatian pemerintah.

"Nanti tinggal identifikasi yang non-Pertamina. Karena Pertamina kan share-nya 80 persen.

>>> Ilmuwan Ungkap Alasan Ilmiah di Balik Rambut Keriting

Nah yang non-Pertamina ini berapa deliver ke B50-nya," ujar Eniya.