Militer Israel menyatakan serangan itu menyasar sel Hizbullah di dekat Tebnit, Lebanon selatan, setelah mendeteksi sebuah drone Hizbullah di kawasan tersebut.

Israel menuding aktivitas tersebut melanggar kesepahaman gencatan senjata. Hingga kini Hizbullah belum memberikan tanggapan.

Pemerintah Israel menegaskan pasukannya akan tetap berada di zona keamanan selebar sekitar 10 kilometer di sepanjang perbatasan selama Hizbullah masih memiliki persenjataan.

Di sisi lain, Hizbullah menolak proses negosiasi maupun kerangka kesepakatan yang ada.

Kelompok itu juga menolak tuntutan untuk melucuti senjata dan menyatakan hanya tekanan dari sekutunya, Iran, yang dapat memaksa Israel mengakhiri perang serta menarik seluruh pasukannya dari Lebanon.

Konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah bermula dari baku tembak lintas perbatasan setelah perang Israel di Gaza pecah pada Oktober 2023.

Ketegangan kemudian meningkat menjadi perang terbuka pada Maret setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.

>>> Daftar 10 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026

Meski kini telah berlaku gencatan senjata, pasukan Israel masih menempati sebagian wilayah Lebanon selatan dan terus melancarkan serangan secara berkala di tengah perundingan untuk mencapai penyelesaian jangka panjang.