Perang Malvinas antara Inggris dan Argentina pada 1982 kembali menjadi sorotan setelah kedua negara bertemu di semifinal Piala Dunia.

Para pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" yang berarti Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina.

>>> Transmart Full Day Sale Hari Ini: Diskon 50% + 20% untuk Belanja Hemat

Ketegangan juga meningkat setelah Kementerian Luar Negeri Argentina memprotes pergerakan kapal perang Inggris HMS Medway di dekat Kepulauan Malvinas.

Argentina menuduh kapal tersebut melintasi perairan teritorialnya tanpa pemberitahuan, seperti diungkapkan dalam pernyataan resmi yang dibagikan Menteri Luar Negeri Pablo Quirno.

Peran Israel dalam Perang Malvinas

Meski Inggris memenangkan perang, arsip rahasia yang dibuka menunjukkan Israel membantu Argentina mencaplok pulau tersebut.

Menurut The Falkland Island Association, Israel melalui Peru menyediakan rudal udara-ke-udara, sistem peringatan radar, dan tangki bahan bakar untuk pesawat Skyhawk Argentina.

Bantuan ini memberi Argentina kemampuan pertahanan tambahan dan waktu terbang lebih lama di atas Kepulauan Falkland.

Israel juga menjual jet tempur Nesher (Dagger2) yang telah direkondisi, suku cadang, dan material militer lainnya ke Argentina selama periode Junta (1976-1983).

Nilai ekspor senjata Israel ke Argentina saat itu diperkirakan mencapai US$1 miliar.

Aktivitas ini diketahui Inggris, namun pejabat Inggris pesimistis bisa menghentikannya karena hubungan kedua negara sedang tegang akibat perang Lebanon pertama.

>>> Perpisahan Pahit Deschamps usai Prancis Dihajar Inggris

Perdana Menteri Israel saat itu, Menachem Begin, pernah memimpin kelompok militan Irgun yang memberontak terhadap Inggris pada 1944.

Irgun bertanggung jawab atas serangan terhadap hotel King David yang menewaskan 91 orang. Begin menyimpan dendam atas eksekusi temannya Dov Gruner oleh Inggris pada 1947.