Didier Deschamps resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih timnas Prancis setelah kekalahan 4-6 dari Inggris dalam duel perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami, Minggu (19/7) pagi WIB.

Pelatih berusia 57 tahun itu mengaku perjalanannya bersama Les Bleus selama delapan pekan terakhir terasa indah, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.

>>> Michael Olise Pecahkan Rekor Assist Pele yang Bertahan 56 Tahun

Perjalanan yang Indah

"Secara pribadi, ini benar-benar perjalanan yang indah bersama mereka. Kami menghabiskan delapan pekan sejak masa persiapan.

Sungguh indah," kata Deschamps seperti dikutip dari situs FIFA.

Ia menambahkan bahwa meski ada kekecewaan dari segi hasil, timnya berhasil membangkitkan semangat jutaan warga Prancis.

"Ini adalah Piala Dunia dan tak ada yang lebih indah dari itu," ujarnya.

>>> Profil Sintya Penjahit Asal Bali yang Diduga Menghina Pelanggan Miskin, Lengkap: Umur, Agama dan IG

Deschamps mengakui ambisi tinggi yang dibawa ke turnamen, namun mengakui timnya kurang cakap saat melawan Spanyol di semifinal.

Tanggung Jawab Pribadi

Terkait kekalahan dari Inggris, Deschamps menyebut tanggung jawab ada pada dirinya. Performa Prancis di babak pertama dinilainya sangat rapuh.

"Itu kesalahan saya, saya pasti tidak melakukan sesuatu yang harusnya dilakukan di babak pertama. Tentu saja, akan lebih baik bila finis di posisi ketiga," tutur Deschamps.

Meski demikian, ia tetap bangga dengan skuad yang dimiliki. "Kami punya skuad berkualitas, pemain muda yang akan terus meningkatkan kemampuan.

>>> Sopir Truk Tabrakan Maut di Sibolangit Tewaskan 4 Orang Jadi Tersangka

Kami punya pemain-pemain yang terus mencatat hasil positif," katanya.