Sebagai persiapan, mereka diperlihatkan sebuah video yang direkam dari dalam galeri untuk mempelajari lokasi etalase penyimpanan perhiasan era Napoleon.

Abdoulaye N mengatakan mereka mendapat instruksi yang sangat jelas, yakni pecahkan kaca dan ambil perhiasan yang ada di dalam etalase.

Ia mengaku menerima tawaran bayaran antara 15.000 hingga 20.000 euro (setara Rp300-400 juta) karena sedang mengalami kesulitan keuangan.

>>> Mbappe Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Lewati Messi

Bahkan, dijanjikan imbalan lebih besar apabila uang hasil curiannya tinggi.

"Mungkin lebih banyak, tergantung berapa banyak uang yang bisa dihasilkan," katanya.

Sejak awal Abdoulaye N mengakui telah mengetahui target mereka adalah Museum Louvre.

"Saya tahu saya akan merampok Museum Louvre," ujarnya.

Sebaliknya, Ghelamallah A mengaku tidak mengetahui sasaran sebenarnya.

Menurutnya, lokasi yang disebutkan kepadanya hanyalah sebuah toko perhiasan tempat membuat perhiasan di Paris, bukannya museum yang menjadi destinasi wisata paling banyak dikunjungi di dunia.

"Saya tidak akan pernah datang ke sana kalau saya tahu," katanya.

Ia mengatakan sejak awal mereka sadar waktu yang dimiliki sangat terbatas.

"Kami harus mengambil perhiasan sebanyak mungkin. Kalau lebih dari tiga menit, kami tahu kami harus pergi, kalau tidak kami akan ketahuan.

Menurut saya, waktu yang kami habiskan sudah terlalu lama," ujarnya.

Hingga kini, kedua tersangka mengaku tidak mengetahui keberadaan perhiasan tersebut. Mereka juga tetap menolak mengungkap identitas dalang maupun pihak lain yang diduga terlibat karena takut mendapat pembalasan.

"Mereka bukan orang yang bisa dianggap remeh," kata Ghelamallah A.

Senada, Abdoulaye N mengatakan, "Saya memang tidak diancam, tetapi saya menerima telepon dari luar saat ditahan. Mereka menyuruh saya tetap diam."

>>> Israel Bantu Argentina dalam Perang Malvinas Lawan Inggris

Meski demikian, Le Monde menyebut bahwa penyidik hingga saat ini belum dapat memastikan apakah kedua tersangka memang benar-benar bertindak atas perintah orang lain dan penyelidikan masih terus berlangsung.