Nintendo Entertainment System (NES) kini dikenang sebagai konsol yang menyelamatkan industri video game Amerika Utara pasca krisis 1983.

Namun, di balik kesuksesannya, masa-masa awal Nintendo di Amerika Serikat jauh dari gemilang.

>>> Mantan Developer GTA 5: Dunia GTA 6 Sangat Sulit Dikembangkan

Dalam panel Portland Retro Gaming Expo 2025, mantan eksekutif Nintendo of America Gail Tilden dan Bruce Lowry berbagi cerita tentang perjuangan perusahaan meluncurkan NES di New York City.

Kisah mereka menunjukkan betapa kreatifnya Nintendo dalam keterbatasan.

Barter Kartrid untuk Iklan TV

Bruce Lowry, mantan wakil presiden penjualan Nintendo of America, mengungkapkan bahwa anggaran iklan perusahaan sangat terbatas.

“Kami tidak punya banyak uang di Nintendo, jadi kami barter untuk waktu tayang TV,” katanya.

Lowry menjelaskan bahwa Nintendo sering menukar kartrid game dengan slot iklan yang lebih baik.

Salah satu kesepakatan melibatkan Toys “R” Us, di mana Nintendo menggunakan komitmen iklannya untuk memperkuat kehadiran ritel.

Gail Tilden, mantan manajer periklanan, menambahkan bahwa barter iklan berarti menawarkan dolar iklan atau aset lain demi peluang bisnis.

Strategi serupa digunakan saat peluncuran Pokémon di AS, membantu serial animasinya tayang di puluhan pasar.

Dari Tayang Jam 2 Pagi ke Slot Lebih Baik

Lowry juga mengungkapkan bahwa iklan NES pertama kali tayang pukul 02.00 dini hari, nyaris tak terlihat oleh anak-anak dan keluarga yang menjadi target pasar.

Alih-alih pasrah, ia mendatangi WABC di New York dengan membawa kartrid game.

>>> Space Force Identifikasi Prajurit Tewas dalam Kecelakaan di Vandenberg

Setelah meyakinkan seorang eksekutif stasiun TV untuk membawa pulang konsol, Lowry kembali dengan sistem tambahan untuk staf lain.