Nilai realisasi tersebut baru mencapai sekitar 40,5 persen dari total anggaran buyback sebelumnya yang sebesar Rp2 triliun.

Program tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tingginya volatilitas pasar yang terjadi pada 13 Maret 2026.

Saham MSOP untuk Karyawan

Selain menyetujui program buyback baru, pemegang saham juga memberikan persetujuan kepada Astra untuk mengalihkan hingga 100 juta saham treasuri melalui skema Management Stock Option Plan (MSOP).

Saham yang akan dialihkan berasal dari hasil buyback yang telah dilakukan dalam tiga periode. Hingga saat ini, Astra memiliki total 563.492.100 saham treasuri.

Jumlah tersebut terdiri atas 305.213.900 saham hasil buyback periode pertama (3 November 2025–13 Januari 2026), 104.850.800 saham hasil buyback periode kedua (19 Januari–25 Februari 2026), dan 153.427.400 saham hasil buyback periode ketiga (16 Maret–15 Juni 2026).

Saham yang akan digunakan dalam program MSOP berasal dari saham treasuri hasil buyback periode ketiga.

Program kepemilikan saham bagi manajemen tersebut direncanakan berlangsung selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai keputusan perusahaan.

>>> Lee Jong Suk Didekati untuk Drama Bareng Park Ji Hyun Usai Putus dari IU

Dengan langkah ini, manajemen ASII berharap dapat menjaga struktur permodalan yang sehat, meningkatkan kepercayaan investor, sekaligus memperkuat komitmen manajemen dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.