Perbedaan Berdasarkan Gender dan Sektor Industri

Laporan juga menemukan perbedaan profil penyakit berdasarkan gender.

Sebanyak 81% pasien dengan penyakit kardiovaskular adalah laki-laki, sementara 72% pasien kanker atau neoplasma adalah perempuan, dipengaruhi faktor biologis seperti organ reproduksi, hormon, dan genetik.

Untuk diagnosis rawat jalan, penyakit yang paling sering ditemukan masih didominasi ISPA dengan gejala demam, batuk, pilek, dan sakit kepala.

Pada layanan rawat inap, kasus yang banyak ditemukan antara lain gangguan saluran pencernaan seperti GERD, influenza, pneumonia, dan penyakit pernapasan lainnya.

>>> Skullcandy Crusher 1080 ANC Resmi Dirilis dengan Teknologi Audio Bose

Industri energi dan pertambangan menjadi sektor dengan pemanfaatan layanan kesehatan dan biaya kesehatan tertinggi.

Sebanyak 44% karyawan di sektor tersebut memanfaatkan manfaat kesehatan, dengan rata-rata biaya mencapai Rp2,3 juta per peserta dalam tiga bulan.

Sebagai perbandingan, sektor teknologi mencatat tingkat pemanfaatan 40% dengan rata-rata biaya Rp1 juta per peserta.

Sektor perbankan Rp680 ribu, ritel Rp500 ribu, dan manufaktur sekitar Rp465 ribu per peserta selama tiga bulan.

Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria mengatakan tingginya biaya di sektor energi dan pertambangan dipengaruhi karakter pekerjaan yang lebih kompleks, risiko lebih tinggi, dan manfaat kesehatan yang lebih lengkap.

Sektor teknologi memiliki biaya lebih rendah karena pekerjanya lebih terbiasa memanfaatkan layanan digital seperti telemedicine.

Kelompok usia 30-39 tahun menjadi penyumbang pengeluaran kesehatan terbesar secara total karena merupakan pekerja produktif yang umumnya sudah memiliki keluarga.

Namun, biaya rata-rata per peserta justru paling tinggi pada kelompok usia di atas 50 tahun karena penyakit yang ditangani lebih kompleks dan membutuhkan penanganan jangka panjang.

dr. Irwan mengatakan perusahaan perlu menggeser fokus dari pengobatan menuju pencegahan penyakit.

Ia menyarankan skrining kesehatan rutin, mendorong pola hidup sehat, aktivitas fisik, pengelolaan stres, dan program vaksinasi sesuai kebutuhan karyawan.

"Vaksin influenza saja dapat mengurangi kunjungan pasien hingga 66%," katanya.

Pasien dengan penyakit kronis dapat menghabiskan biaya kesehatan rata-rata tiga kali lebih besar dibanding pasien lainnya, dan jika disertai komorbiditas, beban biaya bisa meningkat hingga 11 kali lipat.

>>> Karakteristik Orang dengan Shio Tikus: Cerdas, Adaptif, dan Pandai Mengelola Keuangan

"Skrining rutin dan vaksinasi menjadi investasi penting bagi perusahaan untuk menjaga produktivitas sekaligus mengendalikan biaya kesehatan jangka panjang bagi pekerja," kata dr. Irwan.