Warisan Sang 'Raja Mutiara' Bersinar lewat L'eclat di Paris
Hal ini menunjukkan presisi pengerjaan yang menjadi ciri khas rumah perhiasan Mikimoto.
Warisan Kokichi Mikimoto
Namun, kekuatan utama Mikimoto tetap berada pada mutiaranya.
Warisan tersebut berakar pada sosok Kokichi Mikimoto yang pada 1893 berhasil menciptakan mutiara budidaya pertama di dunia.
Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perhiasan karena sebelumnya, mutiara alami merupakan komoditas yang sangat langka.
>>> Ike Barinholtz Lontarkan Lelucon Kasar soal Lindsey Graham dan Penggantinya
Di alam liar, kurang dari satu dari seribu tiram mampu menghasilkan mutiara selama hidupnya, menjadikannya hanya dapat dimiliki kalangan bangsawan.
Melalui teknik budidaya yang dikembangkannya, Kokichi Mikimoto berhasil menghasilkan mutiara dengan kualitas tinggi secara berkelanjutan tanpa menghilangkan keindahan alaminya.
Cita-cita Mikimoto juga sederhana, namun visioner: "Impian saya adalah menghiasi leher seluruh perempuan di dunia dengan mutiara."
Proses menghasilkan mutiara berkualitas tinggi pun tidak berlangsung singkat.
Dibutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk membesarkan tiram hingga siap menjalani proses implantasi inti mutiara.
Setelah itu, tiram dikembalikan ke laut dengan arus yang stabil agar lapisan nacre dapat terbentuk secara perlahan.
Selama musim dingin, metabolisme tiram melambat sehingga lapisan nacre tumbuh lebih rapat dan menghasilkan kilau yang lebih kaya.
Ketika masa panen tiba, setiap mutiara diambil secara manual sebelum disortir berdasarkan ukuran, bentuk, warna, dan terutama lustre, pantulan cahaya yang menjadi penentu kualitas tertinggi sebuah mutiara.
Mikimoto menggunakan berbagai jenis mutiara budidaya, termasuk Akoya yang menjadi kebanggaan Jepang karena dikenal memiliki kilau tajam, serta White South Sea pearls yang berukuran lebih besar dan berasal dari tiram bibir perak di perairan Australia, Indonesia, Filipina, dan Myanmar.
Update Terbaru
Daewoong-CGBIO Bagikan Strategi Filler HA dan CaHA untuk Dokter Estetika
Kamis / 16-07-2026, 18:11 WIB
Pakar Hukum Soroti Kasus Indodax: Bisa Berujung Pidana
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Mengenal Johan Liebert, Antagonis Utama dari Anime Monster
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
5 Rekomendasi Manhwa Kerajaan yang Wajib Kamu Baca
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Comfer Launcher: Gestur Tersembunyi yang Mengakhiri Pencarian Pengganti Pixel Launcher
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Microsoft Resmi Perbaiki Bug Recycle Bin yang Tampilkan Nama File Aneh
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Pengingat: Beberapa Versi Windows 10 dan 11 Kehilangan Dukungan Oktober Ini
Kamis / 16-07-2026, 18:08 WIB
Linus Torvalds Balas Kritik Soal AI di Linux: Fork Saja Kalau Tidak Suka
Kamis / 16-07-2026, 18:08 WIB
Nonton Film Cek Khodam(2026) di Bioskop Bukan LK21: Saat Hantu Kalah Sama Cicilan, Dibintangi Jirayut!
Kamis / 16-07-2026, 18:00 WIB
Bahlil: 60% Gas Masela untuk Domestik, Pupuk hingga PLN Kebagian
Kamis / 16-07-2026, 17:49 WIB
Menkop Tegaskan Keberlanjutan Jadi Faktor Penting bagi Koperasi
Kamis / 16-07-2026, 17:49 WIB
Wayne Rooney Sebut Pertaruhan Thomas Tuchel Jadi Biang Keladi Kekalahan Inggris
Kamis / 16-07-2026, 17:49 WIB
Pelindo Siap Jadi Mitra Strategis Arab Saudi untuk Perkuat Konektivitas Perdagangan
Kamis / 16-07-2026, 17:49 WIB
Meghan Markle Jadi Juri Tamu MasterChef Australia, Picu Ancaman Boikot
Kamis / 16-07-2026, 17:47 WIB







