>>> Chemical atau Physical? Ini Jenis Sunscreen Terbaik untuk Anak Menurut Dokter

(Lalu dijawab) 'uangnya emang enggak ada.' Loh, indikator ini kan bagus semua?

Berarti indikator yang mereka pakai, yang kita pakai selama ini, enggak akurat," ujar Purbaya.

Purbaya menegaskan keputusan memindahkan lagi dana SAL sudah melalui proses perhitungan. Namun, karena dibutuhkan sinkronisasi kebijakan serta permintaan dari BI, Purbaya akhirnya menarik lagi dana SAL dari Himbara.

"Bukan saya main-main atau maju mundur enggak ada perhitungan, tapi karena untuk mensinkronkan kebijakan dengan lembaga lain, termasuk dengan DPR.

Pada waktu itu keputusannya diambil, di DPR sini saya ikut. Setelah ada koreksi, saya ikut juga.

Jadi ke depan kita akan lebih hati-hati mengatur uang itu," ujar Purbaya.

Purbaya kembali mengguyur perbankan dengan dana pemerintah sebesar Rp381 triliun hingga akhir tahun ini.

Rinciannya Rp281 triliun akan langsung diberikan ke perbankan dan Rp100 triliun sebagai dana cadangan yang disimpan di BI.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan kebijakan ini untuk memastikan likuiditas perbankan benar-benar terjaga dan sanggup menyalurkan kredit.

"Setelah dievaluasi, diambil kesimpulan bahwa dana pemerintah di perbankan akan dikembalikan lagi yang kemarin Rp281 triliun akan dikembalikan lagi Rp281 triliun dan diperpanjang hingga akhir 2026, Desember 2026," ujar Juda dalam konferensi pers di DPR RI, Senin (29/6).

>>> 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Rp100 triliun untuk berjaga-jaga apabila likuiditas diperlukan untuk memenuhi permintaan kredit.