Ketua SGN Pusat Muhammad Chamzah Hasan mengatakan gagasan pemberdayaan santri melalui pertanian berawal dari arahan Wagub Taj Yasin agar SGN hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Santri Gayeng berada di depan sebagai fasilitator, tetapi yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat, terutama kelompok tani. Dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat," katanya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Himawan Wahyu menjelaskan kawasan dikembangkan dengan konsep pertanian terintegrasi yang menggabungkan tanaman pangan, hortikultura, peternakan, kehutanan, dan wisata edukasi.

Selain jagung, kawasan ditanami padi, cabai, kembang kol, dan terong.

Dari sektor kehutanan ditanam pohon multipurpose seperti durian dan alpukat, sedangkan peternakan mengembangkan budidaya kambing dengan sistem silvopastura sehingga limbah ternak menjadi pupuk organik.

>>> Perang Komentar Kalina Oktarani dan Ibunda Vicky Prasetyo Memanas: Dari Dugaan Body Shaming hingga Tarik Ulur Permintaan Maaf

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan dukungan pengembangan jagung seluas 3.200 hektare pada 2026 sebagai bagian dari program swasembada jagung, termasuk di Kabupaten Banjarnegara.