Isi Khutbah: Hadirin yang Dirahmati Allah, Hari ini kita berada di ujung bulan Muharram. Dalam hitungan hari ke depan, umat Islam sudah memasuki bulan Safar yang juga tentu saja tidak kalah istimewanya. Oleh sebab itu, marilah berada di akhir Muharram ini kita manfaatkan untuk meningkatkan takwa kepada Allah. Yakni menjalankan perintah dan menjauhi yang dilarang. Semoga semakin hari takwa kita kian berkualitas. Amin ya rabbal alamin.
 
Tahun hijriah, seperti juga tahun masehi, merupakan bagian dari fenomena alam. Bila kalender masehi mendasarkan penghitungan pada peredaran bumi mengelilingi matahari (syamsiyah), kalender hijriah mengacu pada peredaran bulan mengelilingi bumi (qamariyah). Namun, di balik posisinya sebagai gejala alam tersebut, terdapat aneka keistimewaan karena agama menjadikannya sebagai sarana pendekatan diri kepada Sang Pencipta.
 
Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah, Dalam tiap rentang waktu tertentu selalu terkandung bagian waktu yang diistimewakan. Dalam waktu-waktu spesial itulah pahala bisa dilipatgandakan, dosa-dosa bisa dihapus, dan doa-doa kemungkinan besar dikabulkan. Allah mengutamakan waktu-waktu tertentu karena hendak memberi keutamaan pada hamba-hamba-Nya.
 
Hadirin Hafidhakumullah, Keistimewaan bulan Muharram adalah satu soal, sementara keistimewaan individu-individu kaum muslimin adalah soal lain. Hal tersebut sangat tergantung bagaimana kita umat Islam merespons keutamaan-keutamaan yang diberikan Allah itu kepada kita: Apakah mengisinya dengan amal saleh atau justru melalaikannya.
 
Manusia diperintahkan untuk senantiasa melakukan proses dan tahapan yang wajar. Sial atau beruntung merupakan kelanjutan dari proses dan tahap tersebut, bukan pada mitos-mitos khayal yang tak masuk akal. Sebagai hamba, manusia didorong untuk berencana, berjuang, dan berdoa; sementara ketentuan hasil dipasrahkan kepada Allah.
 
Dari sinilah kita diharapkan untuk selalu menjaga diri, melakukan usaha-usaha pencegahan, termasuk dengan doa memohon perlindungan kepada Allah setiap hari: